“Memang ada beberapa kali masalah hukum yang saya bantu, saya juga tidak meminta imbalan apapun,” tandasnya tanpa mau menyebutkan kasus apa.
Selanjutnya, Rahmat sempat menyinggung mantan orang nomor satu di Kabupaten Blitar, Mak Rini sapaan Rini Syarifah yang semestinya mempunyai hubungan baik dengan awak media atau wartawan.
Baca Juga: Regenerasi Menguat, Muscab X PPP Kota Blitar Bidik Lonjakan Kursi 2029
“Karena media adalah mitra Pemkab, sekaligus pilar keempat demokrasi di Indonesia yang punya peran strategis,” paparnya.
Dari teman-teman media, bisa didapatkan informasi mengenai berbagai hal di Kabupaten Blitar. Sehingga sebagai pemimpin daerah, tidak hanya sekedar mendapatkan laporan dari anak buah atau ASN di jajarannya.
“Serta bisa turun langsung membantu masyarakat, jika membutuhkan bantuan. Apapun itu, serta menemui masyarakat yang hanya sekedar ingin berkeluh kesah menyampaikan masalah terkait Pemkab Blitar,” imbuhnya.
Pemberian SMSI Blitar Raya Award 2025 ini diberikan berdasarkan penilaian media, serta diserahkan bersamaan dengan Pelantikan Pengurus dan Anggota SMSI Blitar Raya Periode 2025-2028 di Alun-alun Kantor Bupati Blitar Kanigoro oleh Ketua SMSI Jawa Timur, Sokip dan Sekretaris SMSI Provinsi Jatim, Tarmuji didampingi Ketua SMSI Blitar Raya, Prawoto Sadewo yang dimeriahkan dengan hiburan, bazar UMKM serta pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah.*
Baca Juga: Jatmiko Pastikan Jaga Jarak dari Kekuasaan: “Saya Tidak Manfaatkan Posisi Keluarga”












