Blitar, Memo.co.id
Aspirasi dari PSHT Cabang Kabupaten Blitar terkait polemik kepengurusan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Blitar akhirnya mendapat respons dari KONI Kabupaten Blitar. Dalam audiensi yang digelar di Kantor KONI, Kamis (7/5/2026), KONI memastikan siap mengambil langkah dengan mengirim surat resmi kepada IPSI Jawa Timur guna meminta penyelesaian atas konflik organisasi yang terjadi.
Baca Juga: Kurban Bersama Kader Banteng, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Sembelih 3 Ekor Sapi
Ketua Harian KONI Kabupaten Blitar, Fatatoh Horoni Ulya, SE, menegaskan bahwa KONI pada prinsipnya tidak memiliki kewenangan untuk mencampuri persoalan internal IPSI. Namun, setelah menerima aspirasi dari PSHT serta sejumlah perguruan silat lain, KONI merasa perlu memfasilitasi komunikasi agar persoalan segera menemukan titik terang.
“KONI tidak bisa langsung masuk ke ranah internal IPSI. Tetapi setelah ada audiensi dan aspirasi dari bawah, kami akan segera bersurat ke IPSI Jawa Timur agar ada solusi bersama,” ujarnya.
Baca Juga: 14 Perguruan Silat Blitar Desak PAW Ketua IPSI, Katiman Dituding Tak Netral
KONI menilai konflik yang berkepanjangan dikhawatirkan berdampak pada pembinaan atlet pencak silat di Kabupaten Blitar, terlebih menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Situasi organisasi yang belum kondusif disebut membuat proses pembinaan hingga rekomendasi atlet belum berjalan maksimal.
“Harapan kami atlet jangan sampai menjadi korban konflik organisasi. Karena ini menyangkut masa depan atlet dan persiapan Porprov,” lanjut Fatatoh.












