Kepedulian Beky terhadap korban bencana tak berhenti pada Kecamatan Gandusari. Diketahui, selain Gandusari, ada dua kecamatan lain yang diterpa cuaca ekstrem, yakni Garum dan Nglegok.
“Nanti yang di sana kita bantu juga,” tambah pria yang sekarang identik dengan jambul birunya ini.
Tidak hanya itu, kini Beky tengah melakukan pendataan bagunan-bangunan yang mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem tersebut. Data sementara, ada lebih dari 200 rumah yang akan diupayakan untuk mendapat bantuan renovasi.
Diantaranya, 3 rumah di Desa Gandusari, 60 rumah di Desa Sukosewu, dan 155 rumah di Desa Sumberagung.
Baca Juga: Sah!! Ahmad Baharuddin Wabup Resmi Dapat SK PLT Bupati Tulungagung
Seperti rumah Supangat yang terletak di Desa Sukosewu. Rumah tersebut ringsek tertimpa pohon saat bencana terjadi. Istri Supangat pun harus dilarikan ke rumah sakit akibat tertimpa reruntuhan.
Atas kerusakan ini, Beky akan membangun ulang rumah Supangat yang hancur tersebut. Beky juga menjamin seluruh biaya rumah sakit istri Supangat, sampai pulih sepenuhnya.
Baca Juga: Syawalan 1447 H di Ponpes Wali Barokah, Dandim 0809/Kediri Pesankan Ini
“Saya kira kerusakan rumah Pak Supangat, mencapai 80 persen. Nanti kita bangun ulang. Istri beliau di rumah sakit, juga kita tanggung biayanya. Ini panggilan rasa kemanusiaan, semoga Pak Supangat dikuatkan gusti Allah dalam menghadapi cobaan ini,” kata Beky.
Sebagai informasi, bedah rumah bukan hal baru bagi Beky. Sejak dulu, dirinya juga telah sering membantu masyarakat yang memiliki rumah yang kurang memadai.
Tercatat, Beky pernah melakukan renovasi total rumah seorang warga Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. Selain itu, hal yang sama juga ia lakukan terhadap warga di luar Blitar, yakni Kabupaten Kediri.
“Harapan saya, semoga masyarakat yang terdampak diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan ini. Kita akan support terus, semoga bisa segera beraktivitas secara normal,” pungkas Beky. **












