Example floating
Example floating
BLITAR

Bursa Ketua DPC PKB Blitar Memanas, Gus Tamim dan Fathoni Muncul Sebagai Penantang Serius Mak Rini

Prawoto Sadewo
×

Bursa Ketua DPC PKB Blitar Memanas, Gus Tamim dan Fathoni Muncul Sebagai Penantang Serius Mak Rini

Sebarkan artikel ini

Kombinasi pengalaman panjang dan relasi internal menjadikan Fathoni bukan sekadar kandidat, tetapi ancaman nyata bagi siapapun yang ingin melenggang mulus.

Petahana Tak Lagi Sendirian di Puncak

Baca Juga: Tak Mau Maju Lagi, Agus Zunaidi Buka Jalan Regenerasi di PPP Kota Blitar

Mak Rini memang masih menjadi figur sentral. Statusnya sebagai mantan Bupati Blitar dan Ketua DPC aktif memberi keunggulan tersendiri, baik dari sisi pengalaman maupun kontrol jaringan.

Namun, dengan masuknya nama-nama seperti Gus Tamim dan Fathoni, kontestasi dipastikan tidak akan berjalan satu arah.

Baca Juga: Regenerasi Menguat, Muscab X PPP Kota Blitar Bidik Lonjakan Kursi 2029

Apalagi, beberapa nama lain seperti Muhammad Rifa’i, Lutfi Aziz, dan Ufik Rohmatul Fitria turut meramaikan bursa, meski belum sekuat dua penantang utama tersebut dalam mempengaruhi arah pertarungan.

Mekanisme Ketat, Penentu di Tangan DPP

Baca Juga: Sunyi yang Setia: HUT ke-74 Baret Merah di Blitar Jadi Ruang Merawat Loyalitas dan Kedekatan dengan Rakyat

Menariknya, perebutan kursi Ketua DPC PKB tidak semata ditentukan oleh popularitas atau dukungan akar rumput. Proses seleksi tetap berada dalam kendali struktur partai.

Tim penataan dari DPW akan melakukan pemetaan, sebelum nama-nama diserahkan ke DPP untuk mendapatkan persetujuan. Selanjutnya, kandidat wajib mengikuti Uji Kompetensi dan Kelayakan (UKK).

Artinya, semua kandidat baik petahana maupun penantang masih harus melewati “gerbang pusat”.

Pertaruhan Arah PKB Blitar

Muscab 28 Maret 2026 bukan sekadar agenda rutin. Ini adalah titik penentuan arah PKB Blitar lima tahun ke depan.

Apakah partai akan tetap di tangan petahana dengan pola lama, atau beralih ke figur baru dengan pendekatan berbeda?

Yang jelas, dengan munculnya Gus Tamim dan Nur Fathoni sebagai penantang serius, pertarungan ini tak lagi sekadar formalitas. Ini duel terbuka, dengan segala kemungkinan yang masih cair.*