“Ini bukan sekadar sekolah. Ini tempat menyemai harapan, kawah candradimuka untuk anak-anak yang berjuang dari keterbatasan,” tegasnya.
Untuk memastikan semangat dan visi pendidikan ini benar-benar selaras, Kang Giri bahkan mengumpulkan seluruh tenaga pendidik SR secara mendadak di Rumah Dinas Pringgitan pada Rabu (16/7/2025) lalu. Pertemuan ini menjadi momen penting untuk menyamakan persepsi dalam menerapkan sistem sekolah berasrama yang tengah dibangun Pemkab Ponorogo — sebagai bagian dari dukungan terhadap program Presiden Prabowo.
Baca Juga: Ketua DPRD Magetan Suratno Tersangka Kasus Korupsi Dana Pokir Ratusan Miliar
Ia menekankan bahwa guru di SR tak cukup hanya mengajar. Mereka harus mampu menjadi sahabat sekaligus pengganti orang tua, terlebih bagi siswa-siswa kecil yang baru pertama kali hidup jauh dari rumah.
“Guru tidak diwajibkan menginap, tapi kami sunahkan, apalagi yang masih lajang. Kehadiran mereka sangat penting bagi anak-anak,” tambahnya.
Dengan konsep Sekolah Rakyat yang inklusif dan berjiwa pendampingan, Pemkab Ponorogo berharap mampu melahirkan generasi baru yang tak hanya cerdas, tapi juga tangguh dalam menghadapi kehidupan.
Baca Juga: Skandal Korupsi Dana Pokir DPRD Magetan Seret Sang Ketua Menuju Jeruji Besi












