“Begitu sedih melihat mereka. Mereka adalah anak-anak yang polos dan tidak bersalah. Semoga mereka mendapatkan perlindungan dan dukungan yang mereka butuhkan,” ucap Ibu Siti, tetangga sebelah rumah.
Dalam kondisi yang sulit ini, masyarakat setempat bergerak cepat untuk memberikan bantuan kepada keluarga tersebut. Bantuan berupa makanan, pakaian, dan keperluan sehari-hari lainnya pun mulai berdatangan.
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup
Beberapa LSM juga turut membantu dalam mengawasi dan memberikan pendampingan kepada kelima anak tersebut.
Pemerintah setempat juga terlibat dalam memberikan perhatian khusus kepada keluarga ini. Dinas Sosial Nias Selatan telah membentuk tim khusus yang akan terus memantau dan memberikan bantuan yang diperlukan selama proses perkara berlangsung.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Mereka akan memastikan bahwa kelima anak ini tidak merasa terlantar dan tetap mendapatkan pendidikan yang layak.
Kepala Dinas Sosial Nias Selatan, Ibu Mega Puspita, menegaskan, pihaknya berupaya untuk memberi bantuan sesuai yang diperlukan.
Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb
“Kami akan mengupayakan segala bentuk bantuan yang diperlukan agar mereka tetap merasa aman dan terlindungi. Kehidupan anak-anak ini tidak boleh terganggu oleh kasus yang menimpa ibu mereka.” katanya.
Kisah pilu kelima bersaudara ini telah menjadi viral di media sosial dan menarik perhatian publik. Banyak netizen yang mengungkapkan simpati dan kepeduliannya terhadap nasib kelima anak ini. Berbagai upaya untuk menggalang dana dan memberikan bantuan kepada mereka telah dilakukan melalui platform-platform crowdfunding.












