Hal itu juga membuat korban jadi trauma dan bercerita peristiwa itu ke ibu korban. “Atas laporan itu mami tangkap saudara AW 30 Agustus dan langsung lakukan penahanan di rutan Polresta,” tutur Febrianta.
Kanit PPA Polresta Yogyakarta, Ipda Apri Sawitri menambah, terdakwa telah menyetubuhi anak tirinya sekitar 4x. Tindak pidana pencabulan itu dilaksanakan saat istri terdakwa tidak ada di rumah.
Baca Juga: KPK Geledah Ruang Kerja Bupati Tulungagung Cari Bukti Tambahan Kasus Pemerasan OPD
Apri menjelaskan, jalinan keluarga terdakwa dengan istri juga serasi. “Keluarga serasi sampai saat ini, dan tidak ada catatan hukum (terdakwa sebelumnya),” kata Apri.
Apri menyebutkan, awalannya korban bercerita pencabulan itu ke rekan-rekan sepantarannya. Korban yang bercerita ke ibu kandungnya karena dorongan dari beberapa temannya untuk bercerita hal itu.
Baca Juga: Terbukti Korupsi, Kades Pojok Wates Dituntut 7 Tahun Penjara dan Denda Rp600 Juta
“Ada teror jangan narasi, terhitung ke ibunya. Karena telah 4x (digagahi), beberapa temannya berikan motivasi untuk bercerita ke ibunya,” tutur Apri.
Karena tindakan itu, terdakwa dijaring pasal 82 ayat 2 UU Nomor 17 Tahun 2016 mengenai Penetapan Peraturan Pemerintahan Pengganti UU Nomor 01 Tahun 2016 mengenai Perubahan Ke-2 UU Nomor 23 Tahun 2002 mengenai Pelindungan Anak. Terdakwa diintimidasi hukuman penjara minimum 5 tahun dan optimal 15 tahun.
Baca Juga: Jaksa Tuntut Sutrisno Sembilan Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp3,5 Miliar












