Dengan regulasi itu tampaknya memicu keresahan para petani. Beragam opini miringpun bermunculan. Salah satunya adalah bahwa program SERGAP tidak ubahnya seperti angin syurga belaka. Ada juga yang mengindikasikan BULOG bermain lewat modus menutup aplikasi. Dan masih banyak lagi pendapat berbau minor.
Seperti ungkapan Kepala Desa Kampungbaru Kecamatan Tanjunganom, Susilo Dwi Prasetyo blak blakan angkat bicara. Dengan situasi seperti ini akhirnya membuka peluang kelompok swasta berduyun duyun terjun ke sawah. Hukum perdagangan bebaspun dimainkan kembali.Harga tidak terkontrol alias lepas pengawasan.
Baca Juga: Apa Hak Korban Penganiayaan Di Bawah Umur ? Begini Tanggapan Aktifis Sosial Tanti Niswatin
” Di Kampungbaru harga gabah petani dibeli tengkulak jauh di bawah HPP. Ini realita klasik yang lagi lagi tidak menguntungkan petani. Kalau sudah begini berarti sosialisasi program Sergap yang disampaikan BULOG di kantor BPP Warujayeng dulu hanya sebatas omon omon doang,” beber Susilo.
Dikhawatirkan, masih kata Susilo dengan aplikasi BULOG yang tidak bisa diakses berpotensi membuka peluang pemain lama melakukan perselingkuhan gelap agar bisa memasukkan gabah diluar prosedur.
” Harapan saya sebagai kades kampungbaru dengan adanya program SERGAP ini, Bulog harus komitmen dan bertanggungjawab sepenuhnya jangan mencla mencle. Kalaupun ada gendala permasalahan teknis dengan adanya keterbatasan alat pengering itu bisa diantisipasi sebelum program ini berjalan,” pungkas Susilo
Ungkapan kekecewaan juga disampaikan salah satu petani berinisial ,DLM, asal Dusun Kranggan Desa Kampungbaru mengaku hasil panennya batal dibeli Bulog karena Poktan kesulitan akses masuk aplikasi BULOG. Akhirnya dengan terpaksa dibeli tengkulak dengan harga dibawah HPP. ” Tengkulak beli gabah kering sawah saya dibawah ketentuan pemerintah,” terangnya kesal
Baca Juga: Sidang Tipikor Kades Dadapan Final, Hakim Jatuhi Hukuman 2 Tahun Penjara
Hal senada juga disampaikan Makruf salah satu petani asal Dusun Krajan Utara Desa Kampungbaru mengaku kesulitan saat mengakses aplikasi BULOG ” Berulangkali saya mendaftar selalu gagal,” ucap Makruf .( adi )












