Example floating
Example floating
Hukum

Ini Dia! Anggota Polri Terlibat Sindikat TPPO Ginjal Berhasil Selamatkan Diri!

Alfi Fida
×

Ini Dia! Anggota Polri Terlibat Sindikat TPPO Ginjal Berhasil Selamatkan Diri!

Sebarkan artikel ini
Ini Dia! Anggota Polri Terlibat Sindikat TPPO Ginjal Berhasil Selamatkan Diri!
Ini Dia! Anggota Polri Terlibat Sindikat TPPO Ginjal Berhasil Selamatkan Diri!

MEMO

Sindikat kasus TPPO dengan modus penjualan ginjal di Kabupaten Bekasi terungkap mengenal seorang anggota Polri berinisial Aipda M, yang diketahui berasal dari Polres Metro Bekasi.

Baca Juga: Jatmiko Dwijo Seputro Buka Suara Pasca Pemulangan Terkait Kasus Korupsi Bupati Tulungagung

Para tersangka berhasil menggunakan jasa sopir taksi online untuk melarikan diri dari kejaran aparat kepolisian. M memberikan kiat-kiat yang sukses membuat proses penyelidikan dan penangkapan mereka menjadi sulit.

Sindikat ini berhasil menghindari upaya penyergapan dengan berbagai trik, termasuk menghilangkan jejak dan berpindah-pindah tempat. Keterlibatan anggota Polri ini menimbulkan ancaman hukuman berat atas obstruction of justice.

Baca Juga: KPK Selidiki Asal Muasal Uang Setoran Belasan Kepala Dinas Untuk Bupati Tulungagung

Sindikat TPPO Modus Penjualan Ginjal Terungkap di Kabupaten Bekasi

Sindikat kasus TPPO dengan modus penjualan ginjal di Kabupaten Bekasi mengenal seorang anggota Polri bernama Aipda M melalui seorang sopir taksi online.

Perkenalan tersebut terjadi setelah aparat kepolisian mengungkap sebuah rumah di Kabupaten Bekasi yang digunakan sebagai tempat penampungan korban atau calon pendonor.

Baca Juga: KPK Geledah Rumah Gatut Sunu di Surabaya dan Sita Uang Puluhan Juta Rupiah

Setelah tempat tersebut terbongkar, para tersangka menjadi panik dan berusaha melarikan diri dari kejaran polisi. Salah satu tersangka kemudian berkenalan dengan seorang sopir taksi online yang akhirnya membantunya untuk melarikan diri.

Melalui sopir taksi online itulah mereka akhirnya berhubungan dengan Aipda M.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombea Hengki Haryadi, menjelaskan bahwa sopir tersebut mengatakan bahwa dia mengenal anggota kepolisian yang dapat memberikan informasi untuk menghentikan kasus mereka.

Singkat cerita, sindikat tersebut berkenalan dengan Aipda M, anggota Polres Metro Bekasi. M lalu memberikan petunjuk agar mereka bisa menghindari penangkapan oleh pihak berwajib.

Mereka menggunakan berbagai trik, seperti berpindah-pindah tempat, menghilangkan handphone, dan menghapus jejak data mereka. Trik ini diikuti oleh para tersangka dan berhasil membuat polisi kesulitan untuk menyelidiki dan menangkap mereka.