Biasanya sekitar jam satu masih kata Zaenal Arifin anaknya ( Saad Firmansyah) sudah nyampek di rumah. Tapi hari itu lebih dari jam satu belum pulang.
” Takut ada apa apa dijalan, akhirnya saya langsung meluncur ke sekolah. Setiba di sekolah, saya melihat anak saya ditandu teman temanya karena kakinya tidak bisa untuk jalan. Melihat itu badan saya langsung lemas,” ucap Zaenal Arifin.
Baca Juga: Pemulung Miskin Asal Nganjuk Taat Pajak,Tamparan Keras Bagi Para Koruptor Pajak
Ironisnya masih kata Zaenal Arifin melihat kondisi anaknya seperti itu kenapa pihak sekolah tidak melakukan pertolongan sementara.
” Padahal di depan sekolah persis ada tempat pelayanan kesehatan berupa klinik . Di situ juga ada layanan UGD 24 jam,” gerutunya.
Baca Juga: Pembagian MBG Untuk Kelompok 3B Tidak Merata, Perwakilan Kades Di Baron Protes SPPG
Melihat fakta pahit seperti itu, Tanti Niswatin salah satu aktivis sosial Nganjuk menyatakan siap mengawal dan mendampingi peristiwa misterius ini sampai tuntas.
” Saya akan mendatangi dan klarifikasi ke sekolah untuk menanyakan insiden yang di alami Saad Firmansyah ini. Kalau tidak ada penyebabnya tidak mungkin tiba tiba Firmansyah tidak bisa jalan,” ujar Tanti Niswatin.
Baca Juga: Apa Hak Korban Penganiayaan Di Bawah Umur ? Begini Tanggapan Aktifis Sosial Tanti Niswatin
Untuk diketahui juga kondisi kesehatan Saad Firmansyah saat ini masih menyisakan trauma cukup dalam. Terlebih pasca menjalani operasi , Saad Firmansyah tampak meronta kesakitan dan sering teriak teriak karena merasakan sakit hebat di bagian paha kanannya. ( Adi )












