Example floating
Example floating
NGANJUK

Istiqomah, Sejak 1885 Tradisi Nyadran Di Desa Waung Tetap Eksis Tidak Luntur Digerus Jaman

Mulyadi Memo
×

Istiqomah, Sejak 1885 Tradisi Nyadran Di Desa Waung Tetap Eksis Tidak Luntur Digerus Jaman

Sebarkan artikel ini

NGANJUK, MEMO – Uri uri budaya ( tradisi ) adi luhung warisan leluhur adalah bagian dari falsafah dan naluri masyarakat Jawa yang tak bisa terpisahkan .

Salah satunya adalah tradisi bersih desa ( nyadran) yang lazim diadakan oleh masyarakat pedesaan tentunya di moment moment tertentu. Tepatnya pada saat setelah panen raya padi.

Baca Juga: Kasus Hamil Di Luar Nikah Di Kalangan Pelajar Di Nganjuk Melonjak, Apa Penyebabnya, Ini Penjelasan Tanti Niswatin .....

Dari berkah rejeki ( panen ,red) tersebut, masyarakat Jawa mengimplementasikan rasa syukurnya kepada Tuhan YME dengan cara adat Jawa yaitu berupa sedekah bumi atau nyadran. Lebih populernya disebut bersih desa.

Baca Juga: Dari Tarian Matahari Suku Indian Sampai Pesan Politik 2027 Untuk SDP, Lanjutkan !!!!

Hanya saja, prosesi nyadran jaman now dengan nyadran tempo dulu bisa dibilang sangat jauh berbeda. Perbedaanya terletak pada formula kegiatannya.

Baca Juga: Empat Tahun Pembangunan 5 Stand Wisata Karangsemi Terlantar,Nahkoda LSM KPK RI Ancang Ancang Lapor Inspektorat

Artinya, kalau nyadran tempo dulu cukup mengedepankan ritualnya saja. Namun kalau nyadran era milineal seperti saat ini tergolong lebih meriah. Karena diisi dengan beragam kegiatan baik berupa pertunjukan tradisional maupun kegiatan keagamaan.