Seperti acara nyadran yang digelar di Desa Waung Kecamatan Baron, Nganjuk pada hari ini ( Jumat, 15/05/2026). Pihak panitia bersama Pemdes setempat menyajikan beragam kegiatan mulai kirim doa ( tahlil) di punden Sumur Gede, kirab budaya, jaranan , tayub, karnaval, pawai budaya, bazar dan cek sound miniatur dan acara sholawatan.

” Kegiatan tahunan seperti ini bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah yang telah memberikan kita kenikmatan selama ini. Semoga dengan ungkapan rasa syukur ini ditambah kenikmatan oleh Alloh SWT t Tuhan pencipta alam semesta,” ujar Kepala Desa Waung ,M.Doni Rudianto hari ini ( Jumat,15/05/2026).
Menariknya lagi, menurut catatan sejarah Pemerintahan Desa Waung bahwa agenda nyadran seperti ini ternyata sudah ada sejak tahun 1885 silam. Atau sejak dipimpin oleh kepala desa pertama kali yaitu Mbah Sarigo periode 1885 – 1900.
Baca Juga: Dari Tarian Matahari Suku Indian Sampai Pesan Politik 2027 Untuk SDP, Lanjutkan !!!!

Dengan bertahannya tradisi nyadran sampai saat ini masih kata kades muda yang memiliki jiwa inovatif di sektor pembangunan desa sekaligus pelopor predikat Desa Waung menjadi Desa Bersinar ( Bebas Narkoba ) karena dianggap kegiatan nyadran selain sebagai sarana edukasi untuk generasi melinial, juga sebagai alat kerukunan warga.
” Harapannya semoga para generasi melinial bisa menjaga dan uri uri budaya pribumi,” pungkasnya. ( Adi )












