Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

Menyingkap Misteri Situs Adan-Adan Kediri yang Viral Karena Ukurannya Melebihi Borobudur

A. Daroini
×

Menyingkap Misteri Situs Adan-Adan Kediri yang Viral Karena Ukurannya Melebihi Borobudur

Sebarkan artikel ini
  • Situs Adan-Adan di Kediri mendadak viral di media sosial karena temuan ornamen Makara raksasa yang ukurannya melampaui koleksi Candi Borobudur.
  • Meskipun video yang beredar merupakan dokumentasi lama, para arkeolog memastikan bahwa situs ini adalah kompleks Buddha besar yang terkubur material vulkanik Gunung Kelud.

Fakta Mengejutkan Dibalik Temuan Candi Terbesar di Kediri

Jagat maya baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah rekaman visual yang memperlihatkan struktur bangunan kuno megah di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Narasi yang menyertainya menyebutkan bahwa candi ini memiliki dimensi yang jauh lebih masif dibandingkan Candi Borobudur di Magelang.

Meski video tersebut merupakan dokumentasi lama, fakta di lapangan menunjukkan bahwa Situs Adan-Adan di Kecamatan Gurah memang menyimpan potensi arkeologis yang luar biasa besar dan belum sepenuhnya terungkap ke permukaan.

Baca Juga: JUMAT BERSIH SMPN 1 Grogol Libatkan Seluruh Warga Sekolah

Penemuan ini bermula dari ramainya unggahan di media sosial yang menampilkan arca, makara, dan struktur batu berukuran raksasa. Namun, Ikhwan, seorang arkeolog yang terlibat dalam penelitian tersebut, mengonfirmasi bahwa visual yang beredar sebenarnya adalah rekaman saat tim sedang melakukan ekskavasi beberapa tahun lalu.

“Itu foto-foto lama waktu ekskavasi tahun 2022,” ujar Ikhwan saat ditemui di lokasi pada Jumat (8/5/2026). Meskipun bukan temuan baru minggu ini, esensi dari kemegahan situs tersebut tetap menjadi perbincangan hangat di kalangan akademisi dan masyarakat umum.

Baca Juga: Penemuan Artefak Batu Yoni di Sawah Kediri Menguak Jejak Peradaban Masa Lalu

Situs Adan-Adan sebenarnya telah masuk dalam radar penelitian arkeolog nasional sejak pertama kali ditemukan pada tahun 2016. Sejak saat itu, penggalian dilakukan secara bertahap hampir setiap tahun untuk memetakan luas dan bentuk asli bangunan.

Berdasarkan data yang dihimpun, situs ini diduga kuat merupakan kompleks percandian Buddha yang dibangun pada periode emas antara abad ke-9 hingga ke-11 Masehi. Karakteristik ini diperkuat dengan ditemukannya fragmen stupa, arca Buddha, dan ornamen-ornamen khas keagamaan Buddha lainnya.

Baca Juga: Staf Ahli Bupati Chocho Ardian Jadi Pengacara 3 Terdakwa Saat Disidik Polda, Sutrisno Curiga dan Mencabut Surat Kuasanya

Salah satu bukti fisik yang paling mencolok dan mendukung teori “lebih besar dari Borobudur” adalah keberadaan Makara—hiasan berbentuk hewan mitologi yang biasanya diletakkan di pangkal tangga candi. Makara di Situs Adan-Adan memiliki dimensi yang sangat besar, bahkan disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar di kawasan Asia Tenggara.

“Biasanya ukuran makara itu menunjukkan besarnya bangunan candi. Makanya muncul anggapan kalau candinya bisa jadi sangat besar. Bahkan ada yang menyebut makara di sini termasuk yang terbesar di Asia Tenggara,” jelas Ikhwan secara rinci. Perbandingan rasio ini memberikan gambaran bahwa bangunan induk yang menyangga Makara tersebut pastilah memiliki skala yang kolosal.

Secara teknis, tim arkeologi telah memetakan situs ini menggunakan pola mandala. Hingga saat ini, sebanyak 48 titik ekskavasi telah dibuka, menunjukkan adanya bangunan inti di tengah yang dikelilingi oleh teras-teras luar. Bangunan inti candi sendiri diperkirakan memiliki lebar sekitar 21 meter.

Namun, jika dihitung dengan total kawasan kompleksnya, luas lahan yang mencakup struktur arkeologis ini diprediksi mencapai sekitar 800 meter persegi. Luas ini menjadikan Adan-Adan sebagai salah satu kompleks percandian paling lapang yang pernah ditemukan di wilayah Kediri dan sekitarnya.

Mengapa bangunan semegah ini bisa terkubur dan terlupakan dalam waktu lama? Para peneliti menemukan indikasi kuat bahwa situs ini mengalami kehancuran akibat bencana alam dahsyat. Ditemukannya bagian puncak stupa yang terkubur sangat dalam di bawah tanah mengisyaratkan bahwa candi tersebut pernah roboh di masa lampau.

Dugaan sementara mengarah pada aktivitas vulkanik dari Gunung Kelud yang material letusannya menimbun struktur bangunan hingga tertutup sempurna oleh lapisan tanah selama berabad-abad. “Bagian stupanya sudah ditemukan di bawah, jadi kemungkinan dulu roboh. Penyebabnya belum diketahui pasti, bisa karena aktivitas vulkanik Gunung Kelud atau faktor lainnya,” pungkas Ikhwan.

Hingga saat ini, proses pengungkapan sejarah Situs Adan-Adan masih terus berjalan. Para ahli meyakini masih banyak bagian bangunan yang belum tersentuh karena sebagian besar struktur masih tersembunyi di bawah lahan milik warga. Upaya ekskavasi di masa mendatang diharapkan dapat memberikan gambaran utuh mengenai kejayaan peradaban di Kediri yang mampu membangun monumen sekelas Borobudur di tanah Jawa Timur.