Example floating
Example floating
BLITAR

Tanpa Surat, Tanpa Koordinasi, Droping Becak Presiden di Karangsono Picu Kecurigaan Publik

Prawoto Sadewo
×

Tanpa Surat, Tanpa Koordinasi, Droping Becak Presiden di Karangsono Picu Kecurigaan Publik

Sebarkan artikel ini

Blitar, memo.co.id
Kegiatan droping bantuan becak yang diklaim berasal dari Presiden Prabowo Subianto di Desa Karangsono, Kabupaten Blitar, Kamis (29/1/2026), menuai sorotan dan keresahan masyarakat. Pasalnya, Pemerintah Desa Karangsono mengaku tidak pernah menerima pemberitahuan, baik secara lisan maupun tertulis, terkait kegiatan tersebut, meskipun lokasi droping berada di wilayah administratif desa setempat.

Kepala Desa Karangsono, Tugas Nanggolo Yudo Dilli Prasetyo alias Bagas, menegaskan bahwa pihaknya baru mengetahui adanya kegiatan droping becak tersebut setelah menerima laporan dari warga pada sore hingga malam hari.

Baca Juga: Gus Tamim Gaungkan Ketahanan Pangan Keluarga Lewat Greenhouse Skala Kecil

“Secara lisan maupun tertulis, kami selaku Pemerintah Desa Karangsono tidak pernah menerima tembusan atau pemberitahuan dari pihak manapun. Kami justru tahu dari laporan masyarakat,” tegas Bagas kepada memo.co.id.

Menurut Bagas, warga sempat merasa resah karena banyaknya orang asing yang berkumpul di wilayah desa, tepatnya di sebelah utara kantor desa. Aktivitas tersebut dinilai tidak lazim dan memicu tanda tanya di kalangan warga.

Baca Juga: Sidak TKP2OM di Blitar Kota, Kapolres Pastikan Keamanan Produk untuk Masyarakat

“Warga menelepon dan WhatsApp saya. Katanya ramai orang, ada yang gondrong, kelihatannya bukan warga sini. Mereka bertanya itu kegiatan apa dan untuk kepentingan siapa,” ungkapnya.

Setelah dilakukan koordinasi dengan RT setempat, diketahui bahwa keramaian tersebut berkaitan dengan kegiatan droping bantuan becak yang disebut-sebut sebagai bantuan dari presiden. Namun, absennya koordinasi dengan pemerintah desa memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat, mulai dari mekanisme penyaluran, transparansi data penerima manfaat, hingga dugaan adanya kepentingan politik di balik kegiatan tersebut.

Baca Juga: Dampingi Megawati Ziarah Makam Bung Karno, Supriadi Tekankan Ketahanan Pangan dan Larang Kader PDIP Terlibat MBG

Tak hanya itu, proses pengiriman bantuan juga berdampak pada fasilitas publik desa. Truk pengangkut becak diketahui menyangkut instalasi listrik desa akibat muatan berlebih dan tinggi kendaraan yang tidak sesuai.

“Saat itu perangkat desa sedang menyelesaikan SPJ karena ada monitoring. Tiba-tiba listrik kantor desa padam. Setelah dicek, ternyata instalasi listrik tersangkut truk pengangkut becak,” jelas Bagas.