Trenggalek, Memo |
Bencana tanah longsor dahsyat melanda Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek pada Senin sore (19/5/2025). Akibat peristiwa ini, enam orang dilaporkan hilang dan masih dalam proses pencarian.
Data terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Jatim menyebutkan, selain korban hilang, sebanyak 26 warga (13 laki-laki dan 13 perempuan) terpaksa mengungsi di Paseban Desa Depok untuk sementara waktu.
Baca Juga: KPK Selidiki Asal Muasal Uang Setoran Belasan Kepala Dinas Untuk Bupati Tulungagung
Penanganan Cepat dan Koordinasi Lintas Sektor
Menyikapi bencana ini, Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, segera berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait guna mempercepat penanganan. Langkah-langkah yang diambil meliputi pengerahan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Trenggalek untuk membuka akses jalan, serta pendirian dapur umum oleh Dinas Sosial untuk memenuhi kebutuhan logistik pengungsi.
“Kami juga melakukan koordinasi dengan BMKG untuk memastikan kondisi cuaca di area terdampak longsor,” ujar Gatot pada Selasa (20/5/2025), menekankan pentingnya informasi cuaca untuk keselamatan tim di lapangan.












