Example floating
Example floating
Home

3 Tradisi Unik Masyarakat Cirebon Sambut Ramadan

Avatar
×

3 Tradisi Unik Masyarakat Cirebon Sambut Ramadan

Sebarkan artikel ini

MEMO – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia memiliki cara tersendiri untuk menyambutnya. Tak hanya diwujudkan dalam ibadah puasa, Ramadan juga identik dengan berbagai tradisi budaya yang masih terus dilestarikan hingga kini.

Salah satu daerah yang masih mempertahankan tradisi khas dalam menyambut bulan penuh berkah ini adalah Kota Cirebon. Dengan akar budaya yang kuat, masyarakat Cirebon memiliki berbagai ritual unik sebagai bentuk persiapan menyambut Ramadan.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Penasaran apa saja tradisi khas masyarakat Cirebon dalam menyambut Ramadan? Simak selengkapnya berikut ini!

1. Tradisi Ruwahan

Sekitar dua minggu sebelum Ramadan tiba, Keraton Kasepuhan Cirebon rutin menggelar tradisi Ruwahan yang diawali dengan salat Ashar berjamaah di Masjid Sang Cipta Rasa.

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

Puncak dari tradisi ini adalah ziarah ke kompleks Makam Sunan Gunung Jati. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam persiapan spiritual masyarakat sebelum memasuki bulan suci, sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta doa agar Ramadan dijalani dengan penuh berkah.

2. Tradisi Dlugdag

Selain Ruwahan, masyarakat Cirebon juga memiliki tradisi Dlugdag, yaitu ritual membunyikan beduk secara berulang-ulang sebagai tanda bahwa bulan Ramadan telah tiba. Acara ini biasanya digelar di halaman depan Langgar Agung, Keraton Kasepuhan Cirebon.

Baca Juga: Pengawasan Dana Desa: Hak & Kewajiban Aktif Masyarakat

Menariknya, ritual ini diawali langsung oleh Sultan Sepuh XIV yang memukul beduk pertama kali, kemudian diikuti oleh para abdi dalem dan masyarakat sekitar. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa pada malam harinya, umat Muslim sudah harus menjalankan salat Tarawih.

3. Pawai Obor

Di berbagai daerah di Indonesia, Pawai Obor menjadi salah satu tradisi khas yang tak terpisahkan dalam menyambut Ramadan, begitu pula di Cirebon.

Sebelum pawai dimulai, para peserta terlebih dahulu melaksanakan salat Isya berjamaah, menambah suasana religius dalam perayaan ini. Tak hanya sekadar menonjolkan aspek spiritual, Pawai Obor juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Itulah tiga tradisi khas masyarakat Cirebon dalam menyambut bulan suci Ramadan. Meski hanya diselenggarakan setahun sekali, namun tradisi ini tetap dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat sebagai bagian dari warisan budaya yang berharga.