Example floating
Example floating
Home

3 Tradisi Unik Masyarakat Cirebon Sambut Ramadan

Avatar
×

3 Tradisi Unik Masyarakat Cirebon Sambut Ramadan

Sebarkan artikel ini

MEMO – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia memiliki cara tersendiri untuk menyambutnya. Tak hanya diwujudkan dalam ibadah puasa, Ramadan juga identik dengan berbagai tradisi budaya yang masih terus dilestarikan hingga kini.

Salah satu daerah yang masih mempertahankan tradisi khas dalam menyambut bulan penuh berkah ini adalah Kota Cirebon. Dengan akar budaya yang kuat, masyarakat Cirebon memiliki berbagai ritual unik sebagai bentuk persiapan menyambut Ramadan.

Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional

Penasaran apa saja tradisi khas masyarakat Cirebon dalam menyambut Ramadan? Simak selengkapnya berikut ini!

1. Tradisi Ruwahan

Sekitar dua minggu sebelum Ramadan tiba, Keraton Kasepuhan Cirebon rutin menggelar tradisi Ruwahan yang diawali dengan salat Ashar berjamaah di Masjid Sang Cipta Rasa.

Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum

Puncak dari tradisi ini adalah ziarah ke kompleks Makam Sunan Gunung Jati. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam persiapan spiritual masyarakat sebelum memasuki bulan suci, sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta doa agar Ramadan dijalani dengan penuh berkah.

2. Tradisi Dlugdag

Selain Ruwahan, masyarakat Cirebon juga memiliki tradisi Dlugdag, yaitu ritual membunyikan beduk secara berulang-ulang sebagai tanda bahwa bulan Ramadan telah tiba. Acara ini biasanya digelar di halaman depan Langgar Agung, Keraton Kasepuhan Cirebon.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"