Kediri, Memo
Bertemakan Menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah kabupaten dan provinsi dengan nasional, dan memperkokoh NKRI dan kebangsaan, gelaran debat ke-2 atau debat yang terakhir untuk calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kediri berlangsung di pemilukada serentak tahun 2024 di Convention Hall SLG, Kamis, (14/11/2024)
KPU Kabupaten Kediri menghadirkan lima panelis yang kredibel dari berbagai bidang. Mereka memberikan pertanyaan untuk menggali visi dan misi dari kedua pasangan calon guna membantu warga menentukan pilihan terbaik pada Cabup/ Cawabup No 1 Deny Widiyanarko -Mudawamah dan Cabup/Cawabup no 2 , Hanindito Pramana Putra / Dewi Maria Ulfa.
Baca Juga: Tragis Balita Empat Tahun Tewas Tenggelam di Empang Gresik Saat Asyik Bermain Sendirian
Sementara, 5 orang panelis diantaranya, Dr. H. Ahmad Subakir, M.Ag-Wakil Rektor I IAIN Kediri, Hari Tri Wasono-CEO, jurnalis, dan konsultan komunikasi publik, Dr. Muh Hambali, M.Ag-Kepala Pusat Career Development Center (CDC) dan dosen Ilmu Komunikasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Muthowif, S.H., S.Pd.I., M.H-Dosen dan pengacara dari AH and Partners dan Dr.Akhirul Aminulloh, S.Sos., M.Si-Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Malang.
Nanang Qosim, Ketua KPU Kabupaten Kediri menyampaikan, tujuan debat ke 2 dan terakhir agar masyarakat kabupaten Kediri bisa melihat dan menentukan untuk tanggal 27 November bisa menggunakan hak pilihnya dalam menentukan 5 tahun mendatang.
Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Berikan Program “Silaturahmi” Diskon Hingga 20 Persen untuk Kelas Eksekutif
“Jangan sampai ada yang Golput,”pintanya.
Dikatakan Dia, dalam setiap kompetisi pasti ada yang menang dan ada yang kalah, maka dari itu pihaknya menghimbau semua harus siap menerima Bupati dan wakil Bupati yang terpilih untuk menjadi pemimpin.
“Kami juga berharap kepada masyarakat kabupaten khususnya pendukung dari Paslon nomor urut 01 ataupun Paslon nomor urut 02 untuk menjaga kerukunan jangan sampai ada perselisihan,”tandasnya.
Ditambahkan Nanang, sebagai wujud integritas dari para paslon diharapkan, khususnya ketika mereka nanti dipilih dan memimpin lima tahun mendatang, wajib melaksanakan program Asta Cita Presiden RI, terkait pemberantasan dan penyalahgunaan narkoba.
” Maka kami juga menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mengajukan pertanyaan kepada dua Paslon dalam agenda Debat Publik terakhir Kabupaten Kediri ini,”imbuhnya.
Nanang berharap, semoga pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, juga Gubernur dan Wakil Gubernur mendatang bisa membawa Kabupaten Kediri dan Jawa Timur semakin lebih baik.
” Alhamdulillah malam ini kita berhasil melaksanakan debat publik, yang terakhir untuk pemilihan bupati wakil bupati tahun 2024. Semua berjalan sesuai skenario kita,”pungkas Nanang.(Hamzah).












