Example floating
Example floating
Hukum

Terdakwa Pembunuhan Berencana, Sambo dan Putri, Dipaksa Bayangkan Anak anaknya Jika Dibunuh dan Ditembak

A. Daroini
×

Terdakwa Pembunuhan Berencana, Sambo dan Putri, Dipaksa Bayangkan Anak anaknya Jika Dibunuh dan Ditembak

Sebarkan artikel ini
Terdaksa Pembunuhan Berencana, Sambo dan Putri, Dipaksa Bayangkan Anak anaknya Jika Dibunuh dan Ditembak

Jakarta, Memo

Ferdy Sambo dan Putri, terdakwa kasus pembunuhan berencana, seakan dipaksa membayangkan jika anak anaknya dibunuh dan ditembak dengan cara keji, sebagaimana yang dilakukan para terdakwa. Hal itu disampaikan Samuel saat menghadiri persidangan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Baca Juga: Sembunyian Aib, Camat Banyakan Hari Utomo Serahkan Uang Suap ke Kejaksaan

Mengenai perkembangan yang ada, Ayah Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Samuel Simanjuntak, menginginkan agar terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi mengerti perasaan kehilangan seorang anak.

Hal itu disampaikan Samuel saat menghadiri persidangan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (1/11).

Baca Juga: Menteri Imigrasi Diminta Pimpin Investigasi Dugaan Kekerasan Oknum Petugas Lapas Kediri

Saat ditanya majelis hakim terkait keinginan menyampaikan pesan, Samuel langsung menyatakan ingin berbicara kepada para terdakwa.

Dia kemudian meminta kepada majelis hakim agar Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi membuka maskernya. Keinginan tersebut langsung dikabulkan hakim dan meminta keduanya untuk melepas masker.

Baca Juga: Dua Kades di Kediri Nyaris Bentrok, Dituding Bawa Uang Suap Perangkat Desa, Kades Jabon Febriyanto Emosi

Setelah itu, Samuel pun berbicara kepada Ferdy Sambo terlebih dahulu.

“Pak Ferdy Sambo merupakan ayah bagi anak-anaknya, saya juga demikian. Jadi, bagaimana kebalikannya peristiwa ini? Pak Ferdy Sambo jadi saya, saya jadi Pak Ferdy Sambo?” tanya Samuel sambil menatap Ferdy Sambo di ruang persidangan.

Samuel selanjutnya menyampaikan kepada Ferdy Sambo agar ikut merasakan kematian Brigadir J.
“Dengan begitu sadis, nyawa anak saya atau anak dia diambil secara paksa di rumahnya sendiri, bagaimana perasaanya?” tanya dia kembali.

Mendengar pertanyaan tersebut, Ferdy Sambo hanya bisa sesekali menunduk dan menatap ke arah Samuel.
Selain itu, Samuel juga mengajak Putri Candrawathi untuk ikut merasakan kematian Brigadir J. Dia menyampaikan di mata anaknya selama ini Putri dikenal sebagai sosok yang baik.

“Seorang perempuan itu berhati nurani yang sangat halus. Seandainya anaknya dibikin seperti itu, bagaimana perasaannya?” ucap Samuel kepada Putri.