Example floating
Example floating
Hukum

Anak Durhaka asal Banyuurip, Pukul Neneknya Hingga Mati

A. Daroini
×

Anak Durhaka asal Banyuurip, Pukul Neneknya Hingga Mati

Sebarkan artikel ini
Anak Durhaka asal Banyuurip, Pukul Neneknya Hingga Mati
Anak Durhaka asal Banyuurip, Pukul Neneknya Hingga Mati

Memo.co.id |

Anak durhaka asal Banyuurip Kecamatan Ngampel Kendal Jawa Tengah, bernama Mustari alai Basir, pukul neneknya snediri bernama Romsih ( 70). Warga Banyuurip geger melihat nenek tersebut terkapar hingga tidak bernafas kembali.

Baca Juga: Sembunyian Aib, Camat Banyakan Hari Utomo Serahkan Uang Suap ke Kejaksaan

Sumiati, tetangga korban menyebutkan sebelum meninggal korban sempat mendatangi dirinya dan mengatakan sakit di kepala karena dipukul oleh anaknya. “Kemudian saya melihat luka namun tidak ditemukan luka serius hanya bengkak di kepala saja,” kata Sumiati.

Oleh dirinya kemudian korban dipijat kepalanya selang beberapa waktu korban kemudian tersungkur dan tergeletak di depan rumahnya dan tidak sadarkan diri. “Saya kemudian meminta tolong ke warga dan membawa Romsih ke dalam rumahnya yang berjarak 20 meter. Nenek Romsih yang tidak sadarkan diri kemudian diperiksa bidan desa setempat dan diketahui sudah tidak bernyawa lagi,” timpalnya.

Baca Juga: Menteri Imigrasi Diminta Pimpin Investigasi Dugaan Kekerasan Oknum Petugas Lapas Kediri

warga kemudian melaporkan ke polisi dan mengamankan anak korban Mustari alias Basir untuk dimintai keterangan.

Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Tri Agung Suryomicho membenarkan ada nenek yang meninggal di belakang rumah. Dari hasil olah tempat kejadian Polisi tidak menemukan bercak darah yang mengarah kepada tindak pidana penganiayaan. “Kita masih menunggu hasil autopsi Tim DVI Polda Jawa Tengah untuk memastikan penyebab meninggalnya korban,” kata Kasat Reskrim.

Baca Juga: Dua Kades di Kediri Nyaris Bentrok, Dituding Bawa Uang Suap Perangkat Desa, Kades Jabon Febriyanto Emosi

Sementara anak korban yang tinggal bersama selama ini diamankan di Polsek Pegandon. Namun demikian petugas belum bisa meminta keterangan karena anak korban mengalami gangguan jiwa.

Polisi belum bisa memastikan meninggalnya nenek Romsih apakah akibat penganiayaan yang diduga dilakukan anak kandungnya ataukan ada penyebab lainnya.

“Kita masih menunggu hasil autopsi dan memeriksa sejumlah saksi termasuk anak kandung korban,” tandasnya.