
Foto : Sunaryo anggota DPRD Nganjuk dari fraksi PDIP saat memberikan pemaparan wawasan kebangsaan dihadapan siswa SMK PGRI Ngetos.
Baca Juga: Sidang Tipikor Ungkap Perusahaan Anggota DPRD dari PDIP Kediri, Borong Proyek Konsumsi hingga Laptop
NGANJUK , MEMO.CO.ID –
Jelang Hari Kebangkitan Nasional ( Harkitnas ) yang diperingati setiap tanggal 20 mei, ragam kegiatan digelar secara serentak disejumlah tempat di Indonesia.
Baca Juga: Pengakuan Mantan Dosen Uniska Kediri Jadi Otak Manipulasi Nilai Seleksi Perangkat Desa
Tidak terkecuali di Kabupaten Nganjuk. Dengan momentum bersejarah ini ada salah satu anggota DPRD Nganjuk dari PDIP bernama Sunaryo,SH.MH rela blusukan ke desa terpencil dilereng gunung wilis tepatnya di Desa Klodan Kecamatan Ngetos.
Kedatangan ketua fraksi PDIP ini selain ingin melihat secara dekat kondisi real potret dunia pendidikan dikawasan pelosok, dia juga menyampaikan materi wawasan kebangsaan kepada sejumlah siswa dan guru di SMK PGRI Ngetos pada Jum’at ( 19/5).
Baca Juga: Kepala Dinsos Menyerah, Paska Ancaman Demo Puluhan Kepala Desa se Kecamatan
Selain memberikan pemaparan seputar wawasan kebangsaan, pimpinan komisi lV ini juga memperkenalkan konsep Tri Sakti warisan presiden Soekarno yang lahir pada tahun 1963.
Konsep tri sakti itu sendiri berisi pengetahuan berpolitik,ekonomi dan sosial budaya. Secara utuh penjabaran konsep tri sakti seperti disampaikan Sunaryo diantaranya berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara sosial budaya.
Dengan konsep itu menurut dia secara langsung memperkenalkan kepada generasi muda mengenal cara hidup bermasyarakat yang benar dan sesuai norma agama dan tidak melanggar tatanan hukum pemerintah.
Karena diera globalisasi seperti ini angka kenakalan remaja khususnya dari kalangan pelajar banyak yang terjerat hukum dengan beragam latar belakang kasus kriminal. Mulai dari kasus tawuran antar pelajar, pencurian, asusila, penggunaan obat terlarang jenis narkoba dan masih banyak jenis kasus lain yang marak dilakukan kalangan pelajar.
” Untuk membentengi para generasi agar terhindar dari berprilaku buruk maka sejak dini harus digembleng mental dan spiritualnya secara kontinyu.Tentunya tidak terlepas dari peran orang tua dan guru sangat menentukan pembentukan karakter anak,” ucapnya usai memberikan materi wawasan kebangsaan.
Dalam kunjunganya , pengurus DPC PDIP Nganjuk ini juga menyampaikan pentingnya menimba ilmu dibangku sekolah. Dihadapan para siswa Kang Naryo begitu dia akrab disapa menegaskan dengan ilmu hidup menjadi mudah dan dengan agama hidup menjadi terarah.
” Pembentukan karakter generasi penerus bangsa adalah tanggung jawab bersama. Mereka butuh input positip diantaranya sentuhan wawasan kebangsaan. Yang pasti diusia labil seperti pelajar ditingkat lanjutan pertama sampai lanjutan atas membutuhkan pengawasan ekstra,” pungkasnya. (adi)












