NGANJUK, MEMO – Habis manis sepah dibuang. Kalimat pribahasa itu sepertinya pas banget menggambarkan kondisi real gedung lama RSD Kertosono terkini.
Tepatnya di tahun 2017 silam, gedung peninggalan jaman kolonial Belanda tersebut dikosongkan. Seluruh karyawan RSD Kertosono ” boyong ” menempati gedung baru RSD Kertosono yang berada di jalan Panglima Sudirman nomor 16 Desa Kepuh Kecamatan Kertosono.

Sejak itu pula, aset milik daerah tersebut sampai saat ini dibiarkan terlantar tidak terurus. Kondisi fisiknya saat ini sangat mengenaskan. Sebagian atap teras gedung yang dulu kokoh berdiri kini satu persatu mulai runtuh.
Baca Juga: Harisun : BULOG Siap Bayar GKP Petani Tepat Waktu, Asal Laporan Tidak Dadakan
Dari hasil penelusuran wartawan memo.co.id, kayu runtuhan itu sudah tidak ditemukan ditempat alias raib. Diduga dijarah tangan tangan jail.

Tidak hanya kayu runtuhan teras saja yang raib, kaca jendela dan paving halaman depan juga dijarah.
” Persis hilangnya saya tidak tahu, tapi yang jelas kaca jendela di ruang kantor dan di ruang rawat inap sudah lama tidak ada,” terang Nur Cahyo salah satu nara sumber memo.co.id.

Yang mengenaskan lagi, di seluruh area RSD lama Kertosono saat ini terkesan angker tidak ubahnya seperti masuk dalam hutan belantara. Karena di seluruh lorong dan halaman luar dan dalam dipenuhi tanaman liar yang tumbuh lebat.
Belum lagi coretan coretan di dinding gedung menambah kesan kumuh, sehingga tidak jarang dari masyarakat yang melihat kondisi RSD lama Kertosono seperti saat ini ikut prehatin.

” Apa gak ada petugas keamanan dan kebersihan ya, kok sampek ada penjarahan dan pembiaran tanaman liar tumbuh seperti hutan,” kata Lusiana salah satu warga asal Kertosono yang mengaku sering lewat jalan depan RSD lama Kertosono.
Untuk diketahui, sejak gedung RSD Kertosono lama dikosongkan menambah kesan serem saat malam hari. Tidak jarang dari komunitas youtuber memanfaatkan situasi itu untuk dijadikan bahan konten bertemakan horor. ( Adi )












