16 Amalan Yang Dianjurkan Rasulullah, Selama Bulan Suci Ramadhan

  • Whatsapp
Amalan dan Fadhilah Bulan Ramadhan, Sepadan Dengan 70 Amalan Fardhu di Bulan Lain
Amalan dan Fadhilah Bulan Ramadhan, Sepadan Dengan 70 Amalan Fardhu di Bulan Lain

Memo.co.id |
Amalan Yang Dianjurkan Rasulullah, Selama bulan Ramadhan. BUlan puasa Ramadhan, bulan maghfirah, bulan pengampunan. BUlan Ramadhan ini, bulan yang sangat dinanti nantikan oleh semua ummat muslim seluruh dunia.

Mereka saling berlomba untuk mendapatkan kebajikan dan kelimpahan rahmat serta pengampunan, baik dosa kecil maupun dosa besar.

Bacaan Lainnya

Sangat disayangkan, bila pembaca portal informasi Memo, belum mendaspatkan informasi detail tentang rahasia di balik bulan Ramadhan ini.

Seringkali kali, datangnya bulan Ramadhan, hanya dianggap sebagai rutinitas, bahkan ditandai sebagai gelaran menuju perayaan Hari Raya Idul Fitri. Hari, diamana dianggap sebagai hari kemenangan.

Namun, dibalik fakta di atas, ada rahasia tersembunyi, tentang kahadiran bulan Ramadhan. Sebagaimana ditunggu tunggu umat Islam sedunia, maksudnya adalah hari hari di bulan Ramadhan, adalah hari hari yang akan menjadi sia sia bila dilewatkan begitu saja.

Sebab, semua waktu sepanjang bulan Ramadhan, memberikan arti dalam kehidupan setiap manusia. Khususnya, bagi ummat Islam yang sudah memahami keberadaan Bulan Ramadhan. Karena itulah, penting untuk mengetahui, Amalan Yang Dianjurkan Rasulullah

Amalan dan Fadhilah Bulan Ramadhan, Sepadan Dengan 70 Amalan Fardhu di Bulan Lain

Amalan dan fadhilah bulan Ramadhan. Karena sakralnya bulan Ramadhan bagi ummat muslim, semua umat di dunia melakukan ibadah dan amalan amalan yang telah dianjurkan oleh Rasulullah. Banyak amalan yang disunnahkan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah, di jamannya. Amalan dan fadhilah dalam bulan suci Ramadhan, sudah disebutkan dalam beberapa hadist sholeh.

Selain itu, kitab suci Al Qur’an juga menerangkan beberapa kali terkait dengan keistimewaan bualn Ramadhan. Bahkan, tidurnya ummat muslim di bulan suci Ramdhan saja, disebut sebagai amalan ibadah puasa, yang akan mendapatkan pahala berlimpah. Tidurnya orang berpuasa, melebihi amalan lain, karena menghindari perbuatan perbuatan yang bisa membatalkan puasa.

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan amalan sunnah pada bulan ramadhan. Maka (pahalanya) seperti orang yang melakukan amalan fardhu pada bulan lainnya. Dan barangsiapa yang melakukan amalan satu amalan fardhlu di bulan Ramadhan maka (pahalanya) seperti orang yang melakukan 70 amalan fardhu pada bulan lain.”

Berikut ini, Memo akan rincikan fakta fakta tentang amalan amalan bulan suci Ramdhan dan fadhilan bulan Ramadhan. Harapannya, dengan mengetahui semua bentuk amalan dan ibadah yang pahalanya berlimpah, menjadikan batu pijakan untuk megalamkan selama bulan suci Ramadhan ini. 16 Amalan Yang Dianjurkan Rasulullah tersebut, terurai, sebagai catatan Memo, dibawah ini:

1. Amalan Puasa

Puasa di bulan Ramadhan adalah wajib. Ibadah puasa harus dikerjakan oleh semua kaum mulim dan muslimat, di sleuruh dunia. BUlan Ramadhan disebut juga bulan puasa, karena di bulan tersebut adalah momen ummat islam menjalankan ibadah wajib, yakni menjalankan ibadah Puasa.

Amalan ibadah puasa, di bulan Ramadhan berbda tingkatannya dengan amalan puasa seperti hari hari biasa. Setiap kegiatan ibadah di bulan puasa, dilipatgandakan. Semua ibadah dilipatgandakan dari 1o kali hingga 700 kali. Sedang ibadah puasa, akan dibalas oleh Allah SWT.

Dalam sebuah hadist, Rosulullah SAW bersabda , bahwasanya Allah akan menghapus emua dosa dosanya, kepada semua ummat yang menjalankan ibadah puasa.

”Barang siapa yang berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka Allah akan menghapuskan dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim).

2. Amalan Makan Sahur

Salah satu ibadah bulan Ramadhan yang disunnahkan merupakan makan sahur. Ini pula menggambarkan pembeda antara puasa kalangan mukmin dengan kalangan yang lain yang pula melaksanakan puasa.

Terdapat 2 tujuan penting dari makan sahur saat sebelum berpuasa. Ialah buat melakukan ibadah sunnah dikala Ramadhan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, dan jua buat memperoleh kekuatan yang dipakai buat beraktifitas seharian dikala melaksanakan puasa.

Keistimewaan sahur, tidak hanya mampu buat menaikkan tenaga di siang hari, sahur jua dapat pula tingkatkan kebaikan hati dikala menjalankan ibadah puasa.

Rasulullah SAW bersabda: “Makan sahur itu mengandung berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya sebiji kurma.”

Dalam keterangan lain, Rasulullah SAW juga bersabda: “Sahur adalah makanan berkah, maka jangan kalian tinggalkan walaupun hanya meneguk seteguk air, karena Allah dan para malaikat bershalawat atas orang-orang yang bersahur.” (HR Ibnu Syaibah dan Ahmad).

3. Menyegerakan Berbuka

Menyegerakan berbuka puasapun adalah salah satu ibadah pada bulan Ramadan. Tentunya berbuka puasa adalah satu hal yang paling dinanti-natikan ketika kamu menjalankan puasa. Menyegerakan berbuka pun adalah salah satu ibadah pada bulan Ramadan. Menyegerakan berpuka puasa juga sebagai sunnah Rasul.

Rasulallah SAW Bersabda yang artinya: “Senantiasa manusia dalam keadaan baik selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari)
Kita dianjurkan oleh Nabi MUhammad, untuk segera berbuka puasa, begitu mendengar adzan maghrib yang dikumandangkan. Berbuka secukupnya, sebelum menjalankan sholat Maghrib, dengan minum minuman manism sepebagiamana yang sering dijalankan oleh Rasulullah.

4. Berbuka Puasa dengan Makanan Manis

Berbuka puasa dengan makanan manis, adalah tuntutan Nabi Muhammas. Karena itulah, kepada semua ummat muslim, disunnahkan untuk menyegerakan berbuka puasa dengan minuman dan makanan yang manis. Jika tidak ada minuman manis, cukup dengan susu atau minuman hangat.

Ali bin Abi Thalib, menyukai berbuka pusa dengan minuman susu. Iman Ja’ far ash shidiq mengatakan kalau Rasulullah SAW bila berbuka puasa umumnya dia mengawali dengan menyantap yang manis- manis.

Bila tidak terdapat, hingga dia berbuka puasa dengan menyantap gula ataupun kurma. Bahkan apabila seluruh itu tidak ada, maka dia berbuka puasa dengan meminum air hangat.

5. Shalat Tarawih dan Witir

Shalat Tarawih merupakan sholat sunnah yang diselesaikan cuma pada malam bulan Ramadhan, serta tercantum ibadah bulan Ramadhan yang luar biasa.

Tentang hal ini, dalam salah satu hadisnya Rasulullah SAW sempat bertitah:
“ Sebetulnya Allah sudah menfardhukan puasa Ramadhan serta saya sudah mensunahkan shalat di malam harinya. Sebab itu, barangsiapa

berpantang di bulan Ramadhan serta shalat di malam harinya sebab iman serta mengharap balasan serta ridha dari Allah. Maka, keluarlah dosanya sebagaimana pada hari ia dilahirkan oleh ibunya.”( HR Bukhari, Muslim, Abu Daud serta Tirmidzi).

Bila shalat tarawih hendak selesai, hingga shalat witir dapat segera dilaksanakan. Shalat witir ketetapannya sunnah serta diselesaikan dengan rakaat ganjil.

Shalat ini digarap selapas shalat Isya berjamah, serta buat jumlah rakaatnya terdapat yang 11 tetapi terdapat pula yang 23 rakaat.

Keutamaan shalat ini merupakan bila dilakukan dengan cara berjamaah sampai berakhir, hingga dicatat menurutnya shalat sejauh malam serta pastinya berlimpah balasan.

Tidak hanya itu, Rasulullah SAW pula sempat bersabda: “ Barang siapa yang melakukan shalat malam di bulan ramadhan dengan penuh keimanan serta menginginkan balasan, hingga Allah akan menghapuskan dosanya yang sudah lalu.”( HR Bukhari dan Muslim).

6. Shalat Malam

Shalat malam sebagai ibadah pada bulan Ramadan tentunya tidak terbatas kepada shalat Tarawih atau shalat Witir saja, namun bisa juga dengan melakukan shalat tahajud. Shalat tahajud bahkan tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW walaupun bukan di bulan Ramadan.

Rasulallah SAW Bersabda yang artinya: “Barang siapa yang shalat malam di bulan Ramadhan dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sedangkan Shalat tarawih adalah ibadah pada bulan ramadan yang hukumnya sunnah. Shalat Tarawih dilakukan setelah shalat Isya dan memiliki berbagai keutamaan. Diantara keutamaan tersebut adalah rahmat, maghfirahatau pengampunan dosa, serta pembebasan dari api neraka. Oleh karena itu, kamu akan merugi bila melewatkan ibada pada bulan Ramadan satu ini.

7. Amalan Membaca Al-Qur’an

Pada bulan Ramadhan pula direkomendasikan buat semua kalangan muslimin buat menggandakan membaca Al- Quran selaku salah satu ibadah bulan Ramadhan.

Membaca Al- Quran di bulan Ramadhan ini berlainan dengan di hari- hari yang lain. Karena, keistimewaan membaca Al- Quran di bulan Ramadhan merupakan satu huruf yang dibaca berharga 10 kebaikan.

Dikisahkan, dulu, malaikat JIbril selalu menemui Rosulullah SAW, pada setiap malam Ramadhan. Selanjutnya, membaca kitab suci Al Qur’an. Selain itu, dalam sebuah hadis Ibnu ‘Abbas RA pernah berkata:

“Dahulu Malaikat Jibril senantiasa menjumpai Rasulullah SAW pada setiap malam Ramadhan, dan selanjutnya ia membaca Al-Qur’an bersamanya.” (HR Bukhari).

Allah SWT berfirman:
“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (QS Al Baqarah: 185).

loading…

8. Memperbanyak Amalan Sedekah

Walaupun dapat dilakukan pada bulan- bulan yang lain, tetapi dengan melipatgandakan sedekahan pada bulan Ramadhan bakal ada keutamaan tertentu.

Bila dilakukan dengan cara teratur sepanjang satu bulan penuh, ibadah bulan Ramadhan ini bakal jadi kerutinan bagus yang dapat dilanjutkan di bulan- bulan berikutnya.

Ali bin Abi Thalib pernah berkata: “Barang siapa mengeluarkan sedekah kepada orang miskin, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan menyediakan balasan untuknya berupa kebebasan, sebagaimana bebasnya Nabi Ismail as dan penyembelihan.”

Sementara itu, Rasulullah SAW bersabda:
“Siapa yang memberi berbuka orang puasa, baginya pahala seperti pahala orang berpuasa tadi tanpa dikurangi dari pahalanya sedikitpun.” (HR Ahmad, Nasai, dan dishahihkan al-Albani).

9. Amalah Memperbanyak Istighfar

BUlan Ramadhan adalah satu satunya bulan yang dijadikan Allah sebagai pintu gerbang ampunan bagi seluruh ummat Islam. BUlan Ramadhan berarti gerbang ampunan yang tidak akan terlewatkan, jika seluruh ummat memanfatkan dengan baik. Satu satunya cara memanfaatkan gerbang ampunan tersebut, yakni amalan istighfar.

Memperbanyak amalan istighfar berarti memohon ampunan pada Sang Kuasa Allah Yang Maha Pengampun , di saat yang tepat. Saat gerbang pengampunan dibuka oleh Allah SWT. Melalui istighfar, kita memohon ampunan kepada Allah SWT, agar dihapuskan semua dosa dosa di masa lelau hingga saat ini.

Selain istighfar, umat orang Islam juga harus menambahkan amalan amalan lainnya, diantaranya dzikir dan doa. Sesungguhnya malam dan siang hari saat Ramadhan adalah waktu mulia dan utama.

Selain itu, lakukan amal tersebut khususnya pada waktu-waktu istijabah, di antaranya: Saat berbuka, karena seorang yang berpuasa saat ia berbuka memiliki doa yang tak ditolak.

Sepertiga malam terakhir, saat Allah SWT turun ke langit dunia dan berfirman: “Adakah orang yang meminta, pasti aku beri. Adakah orang beristighfar, pasti Aku ampuni dia. Beristighfar di waktu sahur, seperti firman Allah SWT: “Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah),” (QS Al-Dzaariyat: 18).

10. Melakukan I’tikaf

Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Sa’id Al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda:
“Aku pernah melakukan i’tikaf pada sepuluh hari Ramadhan yang pertama. Aku berkeinginan mencari malam lailatul qadar pada malam tersebut. Kemudian aku beri’tikaf di pertengahan bulan, aku datang dan ada yang mengatakan padaku bahwa lailatul qadar itu di sepuluh hari yang terakhir. ‘Siapa saja yang ingin beri’tikaf di antara kalian, maka beri’tikaflah,’. Lalu di antara para sahabat ada yang beri’tikaf bersama beliau.” (HR Bukhari).

Apakah yang dimaksud i’tikaf ? Sebagian besar orang menyebut, i’tikaf adalah berdiam diri dalam masjid. Pengertiannya dalam konteks ibadah dalam ajaran Islam yaitu berdiam diri di dalam masjid .

Tujuannya adalah untuk mewndekatkan diri kepada Allah SWT. Tujuan i.tikaf adalah mencari keridhaan Allah dan bermuhasabah atas perbuatan-perbuatannya. Orang yang sedang beriktikaf disebut juga mu’takif.

11. Duduk di Masjid Sampai Matahari Terbit

Di sepanjang bulan puasa Ramadhan, diterangkan bahwa Rasulullah SAW, setelah melaksanakan sholat subuh, beliau duduk dalam masjid , berada di tempat shalatnya hingga matahari terbit. Hal ini dimaksudkan agar setelah sahur dan sholat shubuh, seseorang tidak kembali tidur dan tetap beraktivitas seperti biasa.

Rasulullah SAW juga bersabda: “Siapa shalat Shubuh dengan berjama’ah, lalu duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu shalat dua raka’at, maka baginya seperti pahala haji dan umrah sempurna, sempurna, sempurna.” (Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

12. Tidurnya Orang Berpuasa itu Ibadah

Ibadah di bulan Ramadan berikutnya merupakan tidur. Kalian tidak hendak menduga kalau pada bulan Ramadan, tidur siang juga membuat kalian memperoleh pahala. Tentang ini karna dengan tidur dapat menghindarkan kalian dari bermacam perihal yang membatalkan puasa.

Tetapi pastinya janganlah hingga ketika berpuasa kalian cuma tidur- tiduran saja. Selain itu ibadah pada bulan Ramadan yang mempunyai banyak pahala merupakan mengejar malam Lailatul Qadar dan bedoa, berwirid, dan beristighfar pada Allah SWT.

Tidurnya orang yang berpuasa itu adalah ibadah. BUkan sebaliknya jika berpuasa harus tidur. Pengertian tdur dalam berpuasa adalah menjadi ibadah, diterangkan sebagai pilihan, jika dihadapkan pada sesuai yang membahayakan dan membatalkan ibadah puasa.

Maka, dari pada berada pada situasi yang bisa membatalkan puasa, maka tidur menjadi pilihan bagi orajg orang yang menjalankan ibadah puasah. Dan, tidurnya orang yang berpuasa , dalam kondisi seperti itu, adalah ibadah.

13. Umroh di Bulan Ramadhan

Menjalan ibadah umrah, bagi orang orang tertentu, khusunya orang yang memiliki harta cukup, adalah sebuah kebahagiaan. Bagi orang orang yang bermukim di Makah, melaksanakan ibadah umrah, terasa ebih nikmat dan lebih mudah, dibanding dengan ummat muslim yang berada di luar jazirah Arab.

Sebabm orang orang muslim di penjuu dunia, harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk masuk ke Mekah dan melakuan ivadah umrah.

Masing masing negara, dimana ummat muslim bermukim, harus mengeluarkan biasay yang tidak sedikit. Namun, ibadahnya memiliki nilai yang lebih besar, jika diamalkan.

Melaksanakan umroh di bulan yang suci ini memang sangat berbeda dengan umroh pada hari dan bulan-bulan biasanya. Umroh pada saat bulan Ramadhan pahalanya seperti melaksanakan Haji. Rasulullah SAW Bersabda: “Umrah pada bulan Ramadhan menyerupai haji.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

14. 10 Hari Terakhir di Bulan Ramadhan

Pada akhir bulan Ramadhan, tepatnya 10 hari di akhir Ramadhan, Allah SWT sudah menjanjikan akan memberikan ampunan, kepada setiap ummat yang menjalankan ibadah puasa dengan baik dan benar. Tidak ayal, pada malam likuran ( istilah jawa, red ), yang menyebut 10 hari tekahir di bulan ramadhan, banyak ummat Islam memanfaatkan momen tersebut, untuk menjalankan ibadah dengan khusuk.

Tentang penjelasan, 10 hari terakhir di bulan suci Ramadhan, Nabi Muhammad SAW pernah menyampaikan beberapa kali kepada pengikutnya, sekaligusnya memberikan contoh dalam bentuk ibadah sepuluh hari terakhir pada bulan suci Ramadhan.

Menjelaskan hal ini, dalam salah satu hadis Rasulullah SAW bersabda: “Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR Muslim).

15. Amalan di Malam Lailatul Qadar

Sebagai ibadah bulan Ramadhan yang pokok, tiap malam ganjil terakhir yang diisyaratkan selaku malam Lailatul Qadar disunnahkan
melipatgandakan shalat sunnah, dzikir, serta membaca Al- Quran.

Ibadah bulan Ramadhan ini terpaut dengan bakal jatuhnya malam Lailatuh Qadar pada satu malam di antara 10 hari terakhir Ramadhan.

Bila sukses memperoleh keistimewaan malam Lailatul Qadar, pasti saja balasan yang diterima hendak amat besar. Tetapi, ibadah yang sangat penting di malam ini merupakan melipatgandakan shalat.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW pernah bersabda: “Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR Bukhari).

Lailatul Qadar , diisyaratakan datang tiap tanggal ganjil di akhir bulan Ramadhan, paling diharapkan hadir pada malam ke 27.

16. Membayar Zakat Fitrah

Zakat fitrah menjelang berakhirnya bulan puasa, tepatnya saat malam terakhir menjelang Idul Fitri, amalan yang baik buat menysucikan diri dari kelalaian selama bulan puasa adalah memberikan zakat fitrah kepada orang orang yang berhak menerimasnya.

Membayar zakat fitrah bermaksud buat menyempuranakan serta mematri kelalaian yang kalian lakkan kala berpuasa di bulan Ramadan.

Dari Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma dia mengatakan:” Rasulullah SAW mengharuskan zakat fitrah buat mensucikan banyak orang yang berpuasa dari sesia- siaan serta perkata keji, serta pula buat memberi makan fakir miskin. Barang siapa yang menunaikannya saat sebelum shalat( hari raya) maka zakatnya diterima serta barangsiapa yang menunaikannya sehabis shalat maka itu cuma sedekah di antara sedekah biasa.”( HR. Abu Daud)

Demikianlah, catatan Memo.co.id, tentang Amalan amalan Yang Dianjurkan Rasulullah, Selama bulan Ramadhan.  Amalan dan fadhilah bulan Ramadhan, tingkatannya sepadaan dengan 70 amalan fardhu yang ada di bulan bulan lain, selain bulan Ramadhan.

Pos terkait