Saidah menjelaskan, kerusakan lingkungan bisa menciptakan masyarakat kurang mampu baru. “Bencana akibat kerusakan lingkungan akan menambah jumlah orang yang membutuhkan bantuan,” jelasnya.
Sebagai respons, Baznas telah menjalankan program yang menggabungkan pemberdayaan ekonomi dengan kelestarian lingkungan, seperti pengelolaan lumbung pangan organik dan pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: Kemenag Jadikan Wakaf Hutan Andalan untuk Aksi Iklim dan Filantropi Islami
Selain itu, Baznas juga fokus pada mitigasi bencana dan pemberdayaan masyarakat agar bisa bertahan di tengah kesulitan. Baznas akan terus mendukung berbagai upaya pengembangan.
“Kita juga bisa memulai gerakan Masjid Hijau, misalnya dengan menggunakan peralatan yang lebih ramah lingkungan,” ujar Saidah.
Baca Juga: Prabowo Bongkar Kekuatan Zakat: Kunci Emas Lenyapkan Kemiskinan Indonesia












