“Capain kita riil di UMKM yang kini sudah ada sekitar 25 ribu pelaku yang tadinya di tahun pertama saya menjabat sekitar 8 ribu,”paparnya.
Single Buyer juga sudah dilakukan salahsatu pelaku UMKM di Kabupaten Kediri dari sektor Perkayuan hingga mampu ekspor ke Amerika Serikat.
Baca Juga: Karangan Bunga Dukungan Maidi Banjiri PSC Madiun Hingga Omzet Pengrajin Melejit
“Ini yang akan kita lakukan dengan pola filterisasi, apakah masuk gruping lokal, Jatim, nasional maupun Internasional,”imbuhnya.
Pola yang khusus dilakukan juga akan melakukan monitoring berkala guna menghindari patah di tengah jalan akibat kendala tertentu.
Selain itu di kepemimpinan Dito saat diberi kesempatan lagi oleh warga Kediri, pihaknya telah menyiapkan berdirinya Balai Pengawasan Obat dan Makanan,(BPOM) dengan penyediaan lahan hibah seluas 4 hektar.
“Jika perolehan sertifikasi layak dan halal itu dijangkau mudah, tentu UMKM kita pasti bersaing,”tandasnya.
Terpisah, Ratna Sari , Ketua Paguyuban UMKM Kabupaten Kediri mengaku selama dipimpin Mas Dito, usaha yang dirintis bersama teman-temannya sangat meningkat tajam.
“Produksi makanan olahan maupun kerajinan masih mendominasi pasar lokal dan Jatim,”terangnya.
Dia berharap melalui Mas Dito, Kabupaten Kediri senantiasa maju berikut pelaku UMKM nya.(Hamzah)












