Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
PeristiwaKEDIRI RAYA

Tragis! Longsor Sungai Ngobo Kediri Timpa Pekerja Tambang Pasir Saat Santap Siang!

Alfi Fida
×

Tragis! Longsor Sungai Ngobo Kediri Timpa Pekerja Tambang Pasir Saat Santap Siang!

Sebarkan artikel ini
Longsor Sungai Ngobo Kediri Timpa Pekerja Tambang Pasir Saat Santap Siang

Kediri, Memo
Peristiwa nahas terjadi di aliran Sungai Ngobo, tepatnya di Desa Wonorejo Trisulo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, pada Jumat siang (kemarin, sekitar pukul 12.00 WIB). Tanah longsor secara tiba-tiba menimpa dua pekerja penggali pasir yang sedang beristirahat untuk makan siang.

Insiden tragis ini menimpa Suprapto alias To Mbos (46) dan Witanto alias Pepi (35), keduanya merupakan warga Dusun Rejomulyo RT 02 RW 05 Desa Wonorejo Trisulo. Saat kejadian, keduanya tengah rehat dari aktivitas menggali pasir di lokasi tersebut.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

Informasi yang dihimpun [Nama Media Lokal Kediri] di lokasi kejadian menyebutkan, Suprapto mengalami luka ringan berupa lecet di bagian siku dan lutut. Ia sempat mendapatkan penanganan medis awal di Klinik Sinar Medika dan kini telah diperbolehkan kembali ke rumah.

Nasib lebih malang dialami Witanto alias Pepi. Pria berusia 35 tahun tersebut mengalami luka yang lebih serius di bagian paha dan pinggang akibat terjangan material longsor. Setelah mendapatkan perawatan awal di Klinik Sinar Medika, Witanto kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Kabupaten Kediri untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut karena lukanya membutuhkan penanganan yang lebih intensif.

Baca Juga: Perkemahan Wirakarya Jatim 2026 Hadir di Kediri Pramuka Lakukan Renovasi Tiga Rumah Warga

Nur Syamsi (60), pemilik lokasi galian pasir yang juga berprofesi sebagai petani dan tinggal di RT 05 RW 05 Dusun Rejomulyo, membenarkan terjadinya insiden tersebut. Ia menyatakan bahwa proses pencarian dan evakuasi kedua korban langsung dilakukan sesaat setelah longsor terjadi oleh warga dan pekerja lainnya.

Pasca kejadian, pihak Kepolisian dari Sektor Plosoklaten segera turun ke lokasi untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Langkah ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi dan mencari tahu penyebab pasti terjadinya longsor di area galian pasir tersebut.

Baca Juga: Fenomena Jenazah Warga Demak Hidup Lagi Saat Hendak Dimandikan Gegerkan Jagat Maya

Selain melakukan olah TKP, pihak kepolisian juga memberikan himbauan kepada para pekerja dan warga sekitar lokasi galian agar lebih berhati-hati dan waspada saat beraktivitas di sekitar area sungai. Himbauan ini bertujuan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa yang dapat membahayakan nyawa para pekerja.

Insiden longsor di Sungai Ngobo ini menjadi pengingat akan bahaya yang mengintai para pekerja di sektor pertambangan, khususnya penggalian pasir. Kondisi alam yang tidak terduga dapat menjadi ancaman serius bagi keselamatan mereka.

Diharapkan, kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak terkait untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah keselamatan yang lebih ketat di area pertambangan. Pihak berwenang juga diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap izin dan standar keamanan operasional di lokasi-lokasi galian pasir untuk mencegah tragedi serupa di masa mendatang.