Selain itu, alasan lainnya untuk mencabut dukungan terhadap Anies adalah karena sebagian besar buruh berpendapat bahwa Anies tidak dapat diandalkan.
“Belum lagi menjadi calon presiden, sudah dianggap tidak dapat diandalkan. Rekan-rekan seiring sejalan merasa dikhianati, bahkan sebelum mencapai posisi presiden. Anies Baswedan dianggap sebagai ‘karyawan partai’, yang tergantung pada kebijakan partainya atau pengusaha partai. Ini seakan menjadi bahan candaan di kalangan buruh. Apalagi jika sampai menjadi presiden, janji-janji hanya akan menjadi janji belaka. Ribuan janji dapat dibuat seindah apa pun, tetapi teman-teman merasa disusul dari belakang, apalagi oleh rakyat. Begitulah pandangan buruh,” tandas Said Iqbal.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional
Partai Buruh Mengakhiri Dukungan untuk Anies Baswedan: Alasan dan Implikasinya
Secara keseluruhan, langkah Partai Buruh ini memunculkan banyak pertanyaan tentang masa depan politik Anies Baswedan dan memperumit persaingan politik menjelang pemilihan presiden yang akan datang. Indonesia harus menantikan perkembangan lebih lanjut dalam perjalanan politik yang semakin kompleks ini.












