Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Home

Terkuak! Rahasia Penentuan Gaji 2024, Pekerja Lebih Untung?

Alfi Fida
×

Terkuak! Rahasia Penentuan Gaji 2024, Pekerja Lebih Untung?

Sebarkan artikel ini
Terkuak! Rahasia Penentuan Gaji 2024, Pekerja Lebih Untung?
Terkuak! Rahasia Penentuan Gaji 2024, Pekerja Lebih Untung?

Ia juga menyebutkan bahwa ada tiga hal yang perlu dipahami dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh Kepala Daerah atau Penjabat Kepala Daerah terkait beberapa pokok substansi pengaturan dalam PP 51/2023.

Struktur Skala Upah (SUSU): Produktivitas Berbasis Gaji untuk Pekerja Berpengalaman

Pertama, kebijakan Upah Minimum di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota berlaku untuk pekerja dengan masa kerja di bawah 1 tahun. Kedua, formula penyesuaian atau kenaikan Upah Minimum menggunakan tiga variabel utama yaitu Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan indeks tertentu yang disimbolkan dengan alpha dalam PP 51/2023 tersebut.

Baca Juga: Hari Raya Idul Adha, Ketua DPRD Kota Blitar Serukan Semangat Berbagi

Ketiga, kebijakan pengupahan untuk pekerja atau buruh dengan masa kerja di atas satu tahun atau lebih, wajib menerapkan kebijakan Pengupahan Berbasis Produktivitas atau Kinerja dengan menggunakan instrumen Struktur Skala Upah (SUSU).

“Artinya, pekerja atau buruh dengan masa kerja di atas satu tahun berhak untuk dibayar atau digaji di atas Upah Minimum yang disesuaikan dengan output kinerja atau produktivitas pekerja dan kemampuan perusahaan,” jelasnya.

Baca Juga: Bukan Cuma Ngaji Kitab Kuning MUI Tekankan Urgensi Digitalisasi Pesantren Dan Teknologi Santri Era Kecerdasan Buatan

Lebih lanjut, Ida memberikan apresiasi kepada para Gubernur, Bupati/Wali Kota, Kapolda, KABINDA, dan para Kadisnaker serta Dewan Pengupahan Daerah atas dukungan dan kerja keras dalam mengawal dan menyukseskan penetapan Upah Minimum Tahun 2024 di seluruh wilayah Indonesia.

Poin Penting PP 51/2023: Penetapan Upah Minimum, Formula Kenaikan, dan Berbasis Produktivitas

Dalam PP 51/2023, terdapat tiga poin krusial yang perlu diterapkan oleh Kepala Daerah terkait penetapan Upah Minimum. Pertama, Upah Minimum di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota berlaku untuk pekerja dengan masa kerja kurang dari 1 tahun.

Baca Juga: Sekolah Negeri Dituntut Berinovasi di Tengah Persaingan dengan Lembaga Swasta

Kedua, penyesuaian atau kenaikan Upah Minimum didasarkan pada tiga variabel utama: Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan indeks alpha. Ketiga, pekerja atau buruh dengan masa kerja di atas satu tahun wajib menerapkan kebijakan Pengupahan Berbasis Produktivitas dengan menggunakan instrumen Struktur Skala Upah (SUSU).

Ini berarti mereka berhak menerima gaji di atas Upah Minimum, disesuaikan dengan produktivitas dan kemampuan perusahaan. Apresiasi diberikan kepada para pemangku kepentingan atas dukungan dalam menyukseskan penetapan Upah Minimum Tahun 2024 di seluruh Indonesia.