Peternak kambing di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menyebut pasar ternak saat ini lesu menjelang Hari Raya Idul Adha 2022 karena imbas wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang kasusnya semakin tinggi.
“Ini agak sepi. Harga masih tetap, tidak turun tapi pasar sepi,” kata Agus, peternak kambing asal Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Selasa.
Baca Juga: Saran Pengacara Bupati Jember Sarankan Wabup Djoko Susanto Tiru Kesantunan Bung Hatta 2026
Ia mengatakan, saat ini tidak berani untuk ambil ternak karena kasus penyakit mulut dan kuku. Ia pun lebih banyak mengandalkan ternak miliknya sendiri jika menjual dan memastikan semuanya dalam kondisi sehat.
“Ini lebih banyak ternak sendiri, tidak berani ambil dari daerah lain. Di lokasi kandang pun kami steril termasuk ternak dan kendaraan pengangkut,” ujarnya.
Baca Juga: Kecelakaan Lalu Lintas di Tembelang Jombang Melibatkan 2 Kendaraan Mengakibatkan Korban Luka Berat
Agus mengakui adanya wabah PMK berimbas pada penjualan karena menjelang Hari Raya Idul Adha biasanya ternak yang dijualnya sudah banyak yang laku. Sebelumnya saat mendekati hari raya kurban, sekitar 200 ekor kambing miliknya bisa terjual habis, namun saat ini setengahnya juga belum ada.
Selain kambing, permintaan ternak sapi untuk Hari Raya Idul Adha juga masih sepi. Padahal, secara harga masih relatif terjangkau. Untuk sapi, harganya dipatok sekitar Rp20 juta per ekor sedangkan kambing paling murah Rp2.500.000 per ekor.
Baca Juga: Sopir Bus Trans Jatim Ugal Ugalan Ditilang di Gresik Karena Langgar 1 Markah Jalan
Ia bahkan memberikan jaminan pada calon pembeli untuk memastikan kesehatan ternaknya. Dari pembeli, rata-rata masih titip di lokasi. Jika nantinya ternak menjadi gemuk, harga yang dipatok juga akan tetap, namun jika sakit akan dicarikan ternak yang sehat.












