Dari pantauan memo.co.id, sejumlah staf Setda, petugas keamanan kantor kabupaten, hingga para rekan kerja Fitri tampak hadir di rumah duka sejak Kamis malam hingga Jumat siang. Mereka semua mengaku tersentuh oleh perhatian langsung dari sang mantan bupati yang tak segan turun tangan menunjukkan empatinya.
Bagi masyarakat Blitar, ketulusan Rijanto bukan hal baru. Pria bersahaja yang memulai kariernya sebagai staf hingga pernah menjabat Camat itu dikenal memahami betul suka-duka para pegawai di bawahnya. Ia tak hanya memimpin dari balik meja, tetapi juga meneladani semangat ngemong membimbing, merangkul, dan ikut merasakan beban anak buahnya.
Baca Juga: Ayo Ramaikan! Kompetisi Sound System Sekaligus Galang Dana Pembangunan Masjid
“Saya pernah ada di posisi mereka. Jadi ketika ada staf yang berduka, saya ikut merasakan. Pemerintah bukan hanya soal program dan proyek, tapi juga tentang rasa kemanusiaan,” ujarnya pelan.
Ketika banyak kepala daerah justru terlihat renggang dengan wakilnya, H. Rijanto dan Beky Herdihansah justru menampilkan kekompakan yang menyejukkan. Karangan bunga dari keduanya di depan rumah duka menjadi simbol bahwa kepedulian bukan hanya milik pribadi, tetapi juga bagian dari budaya pemerintahan yang solid.
Baca Juga: Resmi! Ahmad Baharudin Jadi Plt Bupati Tulungagung Usai OTT KPK
Sore itu, suasana rumah duka menjadi saksi bahwa pengabdian tak selalu berbentuk kebijakan besar atau proyek megah. Kadang, wujud nyata pengabdian hadir dalam langkah sederhana: duduk di antara keluarga yang berduka, menggenggam tangan mereka, dan mengatakan dengan tulus, “Pemerintah hadir untukmu.”**












