Example floating
Example floating
SURABAYA RAYA

Surabaya Terapkan Jam Malam Anak Demi Generasi Berakhlak Mulia

A. Daroini
×

Surabaya Terapkan Jam Malam Anak Demi Generasi Berakhlak Mulia

Sebarkan artikel ini
Surabaya Terapkan Jam Malam Anak Demi Generasi Berakhlak Mulia

Memo, hari ini.

Mulai Kamis (3/7/2025), wajah malam Kota Surabaya akan berubah drastis. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya secara resmi memberlakukan kebijakan jam malam bagi anak-anak. Kebijakan ini bukan sekadar aturan biasa, melainkan langkah strategis yang berorientasi pada pembentukan karakter dan perlindungan generasi muda.

Baca Juga: Jeritan Tak Terbayar Rp100 Ribu, Kisah Pilu KDRT di Surabaya yang Tersorot Kamera

Wacana yang sudah lama bergulir kini menjadi kenyataan, dan implementasinya akan melibatkan Satgas RW di berbagai ruang publik.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa pembentukan Satgas di setiap RW menjadi kunci pelaksanaan kebijakan ini. “Jam malam kita bentuk Satgas di tiap RW, kita buatkan SK. Setelah siap, kita langsung turun Kamis malam,” tegas Eri pada Selasa (1/7/2025).

Baca Juga: Duka Haji 2025, Embarkasi Surabaya Catat Angka Kematian Tertinggi, 43 Orang, Besuk Datang

Penegasan ini mengindikasikan keseriusan Pemkot dalam menjaga lingkungan sosial yang kondusif bagi tumbuh kembang anak. Fokus penertiban akan diarahkan pada anak-anak yang berada di luar rumah tanpa tujuan positif, seperti kegiatan belajar atau aktivitas bermanfaat lainnya.

Surabaya Terapkan Jam Malam Anak Demi Generasi Berakhlak Mulia

Baca Juga: Surabaya Tingkatkan Kewaspadaan COVID-19, Eri Cahyadi, Jangan Panik Namun Tetap Disiplin

Eri Cahyadi memberi contoh konkret mengenai target sweeping. “Kalau anaknya belajar, silakan. Tapi kalau pacaran di taman malam-malam, itu yang akan kami amankan dan antar ke orang tuanya,” jelasnya. Ini menunjukkan bahwa kebijakan jam malam Surabaya tidak bermaksud membatasi aktivitas positif anak, melainkan mencegah mereka terjerumus pada hal-hal negatif.

Tujuannya sangat jelas: melindungi anak-anak dari risiko kenakalan remaja, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, serta berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi yang mengancam masa depan mereka.