Tak terima dengan balasan pelaku, korban langsung menanyakan identitas dan keberadaan pelaku. Setelah mengetahui pelaku berada di RSD Ketapang, korban segera mendatangi lokasi tersebut.
Pertemuan antara pelaku dan korban di RSD Ketapang seketika berubah menjadi adu mulut terkait komunikasi di WA sebelumnya. Puncak emosi terjadi ketika korban menampar pipi kanan pelaku sebanyak satu kali.
“Pelaku sakit hati dan mengeluarkan sebilah celurit di pinggang kirinya, lalu dibacokkan ke dada depan korban 1 kali,” tutur AKBP Hartono, menggambarkan detik-detik aksi pembacokan.
Akibat sabetan celurit tersebut, korban mengalami luka parah di bagian dada. Dalam kondisi terluka, korban berusaha melarikan diri keluar dari area RSD dan meminta pertolongan. Namun, kondisinya terus memburuk hingga akhirnya terjatuh di halaman rumah sakit.
“Korban meninggal dunia saat berada di RSD Ketapang,” tandas AKBP Hartono, mengakhiri penjelasannya mengenai insiden tragis yang dipicu oleh komentar di media sosial tersebut.












