Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
BLITAR

SPPG YASB Sananwetan Tingkatkan Kualitas Dapur, Terapkan IPAL Modern Sesuai SOP BGN

Prawoto Sadewo
×

SPPG YASB Sananwetan Tingkatkan Kualitas Dapur, Terapkan IPAL Modern Sesuai SOP BGN

Sebarkan artikel ini

Blitar, Memo.co.id

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) YASB Sananwetan, Kota Blitar, terus melakukan peningkatan kualitas sarana dan prasarana dapur sebagai bentuk komitmen menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Terbaru, SPPG YASB Sananwetan telah menerapkan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) modern yang sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Badan Gizi Nasional (BGN).

Baca Juga: Optimalkan Pelaporan Digital, migrasi Blitar Intensifkan Pengawasan Orang Asing

Penerapan IPAL modern ini bertujuan untuk memastikan kualitas makanan yang dihasilkan higienis, serta ramah lingkungan. Sistem tersebut dirancang untuk memenuhi standar pemerintah, mulai dari BPOM, HACCP, hingga Standar Laik Higiene Sanitasi (SLHS), guna mendukung program gizi nasional secara berkelanjutan.

Kepala SPPG YASB Sananwetan, Ahmad Habibi, menjelaskan bahwa pembaruan sistem IPAL dilakukan sebagai tindak lanjut atas evaluasi dan teguran dari BGN Pusat. Menurutnya, IPAL lama kini telah diperbaiki sekaligus diperbarui dengan teknologi yang lebih modern dan berkapasitas besar.

Baca Juga: Tak Sesuai Anggapan Publik, Harga Telur di Blitar Malah Lebih Tinggi dari Sejumlah Daerah

“Alhamdulillah, kemarin kami mendapatkan teguran dari BGN Pusat terkait IPAL. Sekarang sudah kami perbaiki dan perbarui dengan sistem yang paling modern, dengan kapasitas lebih dari 5.000 liter,” ujar Ahmad Habibi.

Ia menegaskan, kualitas air hasil olahan IPAL tersebut telah memenuhi standar kebersihan yang ketat. Bahkan, air pada kolam penampungan terakhir dipastikan tidak berbau dan aman bagi lingkungan.

Baca Juga: DPRD Kabupaten Blitar Lepas Kirab Brokohan Pancasila, Supriadi: Pancasila Harus Hidup dalam Tindakan

“Air yang keluar dari IPAL ini sudah benar-benar bersih. Bahkan kalau kolam terakhir diisi ikan, ikannya bisa hidup. Kalau tangan dimasukkan ke kolam penampungan terakhir lalu diangkat, sudah tidak bau sama sekali,” jelasnya.