Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Jatim

Sekolah Tanpa Murid di Ponorogo Ini Dua Tahun Berturut Turut Sepi Peminat

A. Daroini
×

Sekolah Tanpa Murid di Ponorogo Ini Dua Tahun Berturut Turut Sepi Peminat

Sebarkan artikel ini
Sekolah Tanpa Murid di Ponorogo Ini Dua Tahun Berturut Turut Sepi Peminat

Terkepung Lembaga Pendidikan Alternatif

Misteri hilangnya minat warga akhirnya dibongkar oleh pihak pemerintah desa setempat. Kepala Desa Nailan, Nurhadi, membeberkan bahwa posisi geografis sekolah menjadi faktor pelemah utama karena letaknya yang “terkepung” oleh pondok pesantren dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN).

Warga setempat kini memiliki kebebasan memilih tempat belajar yang jaraknya amat dekat dari rumah. Alhasil, arus calon siswa terpecah ke berbagai arah mata angin, mulai dari wilayah Gondek di sisi selatan hingga kawasan Singkil di bagian utara.

Pendaftaran siswa baru
kuota terbatas, datang ke Jl KH Wahid Hasyim Tanjung Warujayeng

Tren selera orang tua zaman sekarang juga sudah bergeser jauh. Masyarakat lebih memprioritaskan sekolah yang punya porsi “masalah keagamaan” yang kuat bagi anak-anak mereka.

Faktor inilah yang membuat MIN dan pesantren sekitar laris manis, sementara sekolah negeri makin babak belur kehabisan peminat.

Langkah Penyelamatan Desa yang Kandas

Aparat desa sebenarnya tidak tinggal diam melihat kemunduran ini. Strategi jemput bola sempat dilakoni dengan mengarahkan anak-anak usia dini dari playgroup agar masuk ke TK milik desa, dengan harapan mereka bakal melanjutkan ke SD Negeri Nailan.

Nahas, skenario tersebut patah di tengah jalan. Begitu lulus dari bangku TK, para wali murid kompak membelokkan arah dan meminta izin agar buah hati mereka disekolahkan “ke MIN aja” demi bekal agama yang lebih matang.

Kondisi diperparah oleh mini-nya potensi angka kelahiran di kawasan tersebut. Merujuk data Posyandu setempat, stok anak usia matang masuk sekolah dasar memang sangat langka, hanya berkisar di angka 6 sampai 7 anak saja untuk tahun ini.

Meski masa depannya abu-abu, pemerintah desa masih menaruh harapan besar agar sekolah ini tidak ditutup demi menjaga fasilitas pendidikan di tanah kelahiran mereka.

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini