Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Nganjuk

Jaringan PLN Belum Masuk,Satu Dusun Terpencil Di Nganjuk Puluhan Tahun Gelap Gulita

Mulyadi Memo
×

Jaringan PLN Belum Masuk,Satu Dusun Terpencil Di Nganjuk Puluhan Tahun Gelap Gulita

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2026 08 02 22 22 38 24

NGANJUK, MEMO – Berada di tengah kawasan hutan jati di wilayah Kecamatan Jatikalen , Nganjuk ternyata terdapat kampung tua terpencil yang dihuni hanya puluhan warga saja yang hidup dan tinggal di rumah rumah papan kayu yang jumlahnya hanya sekitar 18 unit rumah saja. Kampung terpencil tersebut adalah Dusun Tondowesi Desa Pule Kecamatan Jatikalen.

Saat wartawan memo.co.id melihat lebih dekat kehidupan masyarakat di kampung terisolir tersebut, ternyata tidak ubahnya seperti potret kehidupan masyarakat era sebelum merdeka. Banyak catatan penting yang patut diinformasikan kepada publik.

IMG20260801123244 scaled

Satu diantaranya adalah bahwa sampai detik ini di kampung yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani tersebut belum pernah menikmati terangnya cahaya lampu dari jaringan PLN.

Kedengarannya aneh, tapi itu realita pahit yang dirasakan para warga di lembah hutan jati tersebut. Bisa dibayangkan suasana saat malam hari, bisa dipastikan akan terkesan serem.

IMG20260801123233 scaled

Pasalnya disepanjang jalan masuk perkampungan sama sekali tidak ada penerangan cahaya listrik sedikitpun. Begitu juga di rumah rumah penduduk juga banyak yang gelap gelapan.

Kalaupun ada cahaya listrik, sebagian warga mengandalkan memanfaatkan sumber listrik manual dari daya Accu ( Aki ). Biasanya setelah daya Aki full hanya bisa dipakai tiga hari saja.

IMG20260801115145 scaled

” Kalau sudah habis dayanya kita isi lagi di pembangkit tenaga surya pakai sistem panel,” aku Mbah Taman saat ditemui dirumahnya pada Sabtu ( 1/08/2026).

Mengalami gelap gelapan seperti itu masih kata Mbah Taman sejak dirinya masih kecil hingga sekarang usianya sudah menginjak umur 70 tahun.

IMG20260801121536 scaled

” Kondisi seperti ini saya alami sejak saya masih kecil sampai kakek kakek memiliki empat cucu,” terang Mbah Taman.

Ditanya harapan, MbH Taman bermimpi pemerintah daerah setempat segera mengusahakan ada jaringan PLN masuk di dusun Tondowesi.

Selain persoalan belum adanya jaringan PLN, dijelaskan juga oleh Mbah Taman, di kampung terpencil ini juga sering mengalami krisis air bersih. Itu terjadi rutin setiap tahunya saat kemarau panjang.

IMG20260801114138 scaled

Di musim kemarau seperti ini masih kata Mbah Taman, warga hanya mengandalkan kiriman air bersih dari PDAM dan BPBD. Kalau kiriman telat, dengan terpaksa warga mengambil air bersih di satu sumur peninggalan Belanda dengan cara dipikul.

Selain kedua persoalan itu, ada lagi yang tak kalah urgennya yaitu soal tidak tersedianya fasilitas umum ( fasum) untuk menunjang kebutuhan warga setempat seperti sarana pelayanan kesehatan, pendidikan dan sarana pertanian.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap dan aktual seputar potret kehidupan warga di kampung terisolir tunggu informasi selanjutnya hanya di portal memo.co.id. (Adi)

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini