Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Society

Ritual Ruwatan Massal Murwakala di Kediri Mandikan Ratusan Peserta Pakai Air 14 Sumber

A. Daroini
×

Ritual Ruwatan Massal Murwakala di Kediri Mandikan Ratusan Peserta Pakai Air 14 Sumber

Sebarkan artikel ini
Ritual Ruwatan Massal Murwakala di Kediri Mandikan Ratusan Peserta Pakai Air 14 Sumber

MEMO, Kediri – Kawasan sakral Petilasan Sri Aji Jayabaya mendadak dipadati lautan manusia yang berburu berkah spiritual. Langkah ini diambil ratusan warga sebagai penutup rangkaian perayaan menyambut momentum 1 Suro.

Mereka datang membawa segudang harapan hidup baru.

Pendaftaran siswa baru
kuota terbatas, datang ke Jl KH Wahid Hasyim Tanjung Warujayeng

Hajatan sakral bertajuk Ritual Ruwatan Massal Murwakala ini sukses menyedot perhatian hingga diikuti oleh 150 peserta dari berbagai penjuru daerah. Agenda tahunan tersebut dimotori penuh oleh Sanggar Aji Laras yang berlokasi di Dusun Kunir, Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.

Ikhtiar Buang Sial Guna Kejar Target Hidup

Usut punya usut, acara pembersihan diri ini merupakan agenda jilid kedua yang berhasil digelar oleh pihak panitia. Berbeda dari edisi lawas tahun 2025 yang fokus menyucikan perkakas wayang, kali ini giliran raga manusia yang dibersihkan.

Pembersihan ini diyakini ampuh melunturkan aura negatif.

Sang dalang sekaligus pemilik sanggar, Ki Browdianto, menjabarkan bahwa inti dari ritual kuno ini adalah permohonan agar manusia dibersihkan dari “unsur sukerta” alias nasib sial bawaan lahir. Lewat rapalan doa khusus kepada Sang Pencipta, efek magis dari upacara diharapkan mampu membuka sumbatan nasib para peserta. Mulai dari urusan enteng jodoh, kelancaran mengais rezeki, hingga kemudahan mendapat pekerjaan.

Syarat wajib pun harus dipenuhi peserta. Kain putih sepanjang semeter, bubur merah, serta bubur putih wajib ditenteng sebagai pelengkap ubarampe.

Siraman Air Keramat Lintas Provinsi dan Efek Tenang

Daya tarik paling ekstrem dari perhelatan ini ada pada sesi basuhan air suci. Air yang diguyur ke kepala peserta bukan sembarang air keran.

Total ada 14 mata air berbeda dicampur jadi satu.

Panitia sengaja berburu pasokan air dari 11 sendang keramat di wilayah Kota dan Kabupaten Kediri. Tak tanggung-tanggung, pasokan itu digabungkan dengan air suci dari Situs Gunung Padang Jawa Barat, Tirta Empul Bali, hingga deburan ombak Pantai Selatan. Sebelum prosesi kucuran air dimulai, rentetan acara dibuka dulu dengan pagelaran wayang, kenduri, sampai aksi melepas burung ke alam liar.

Dampak instan ritual ini diakui langsung oleh Zevita Vallen, peserta asal Banyakan. Perempuan berumur 43 tahun ini mengaku ketagihan ikut ruwatan lantaran selalu mendapat “ketenangan batin” yang luar biasa seusai kepalanya diguyur air campuran tersebut. Bahkan, pengalaman spiritual dari ruwatan tahun lalu memantapkan langkahnya untuk memeluk keyakinan baru sebagai mualaf.

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini