“Selain itu, ketidakpastian yang muncul dari kebijakan tarif yang diusung oleh Presiden Trump juga memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah. Oleh karena itu, peluang mata uang rupiah untuk terus melemah terhadap dolar AS masih cukup besar,” jelas Ariston.
Dalam analisisnya, Ariston memproyeksikan bahwa rupiah berpotensi mengalami pelemahan lebih lanjut hingga menyentuh level Rp16.400 per dolar AS. Sementara itu, level support diperkirakan berada di kisaran Rp16.330 per dolar AS.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional
Situasi ini tentu menjadi perhatian bagi para pelaku pasar keuangan, terutama bagi investor yang terlibat dalam transaksi mata uang asing. Ketidakpastian global serta kebijakan ekonomi AS yang masih sulit diprediksi menjadi tantangan utama bagi pergerakan rupiah dalam beberapa waktu ke depan.












