Mas Dhito sering kali menegaskan kepada seluruh jajaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri bahwa pelayanan publik harus proaktif, bukan sekadar menunggu laporan. Kehadirannya langsung di rumah warga bukan hanya sekadar untuk memberikan bantuan, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa pemerintah hadir sebagai pengayom.
Dengan cara ini, ia mampu membangun ikatan emosional dengan masyarakat, yang membuatnya sangat memahami kendala-kendala lapangan yang sering kali luput dari pantauan administratif.
Baca Juga: DKPP Intensifkan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban Di Kabupaten Kediri Jelang Idul Adha
Dalam setiap kunjungannya, Mas Dhito selalu mendengarkan dengan seksama keluh kesah warga. Baginya, melihat senyum warga yang terbantu adalah standar keberhasilan seorang pemimpin yang sesungguhnya. Ia ingin memastikan bahwa program jaminan sosial dan bantuan pemerintah benar-benar menyentuh kelompok paling rentan seperti lansia.
Kedekatan yang dibangun ini menjadi bukti bahwa Mas Dhito bukanlah sosok yang berjarak dari rakyatnya, melainkan pemimpin yang selalu siap bergerak kapan pun dibutuhkan.
Baca Juga: Mengurai Fakta Video Viral Dugaan Fee Proyek Koperasi Merah Putih Kediri, ASN Pemkab dengan TNI
Langkah konkret yang dilakukan terhadap Mbah Sumiran dan Leginah ini diharapkan menjadi standar baru bagi pelayanan sosial di Kabupaten Kediri.
Mas Dhito terus mendorong agar sistem pengawasan di desa-desa lebih dioptimalkan, sehingga kasus serupa tidak lagi terjadi. Dengan sistem yang responsif dan pimpinan yang peduli, ia optimistis bahwa kesejahteraan warga, khususnya kelompok lansia, dapat lebih terjaga dan terjamin di bawah naungan perhatian pemerintah daerah.












