Memo, Kediri — Pos Pengamatan Gunungapi Kelud mencatat lonjakan durasi gempa Gunung Kelud hingga menyentuh angka 546 detik dalam pemantauan aktivitas tektonik jauh pada Minggu (13/9/2026). Meskipun durasi getaran terasa cukup panjang di instrumen seismograf, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan tingkat aktivitas gunung api setinggi 1.731 mdpl tersebut masih bertahan di Level I (Normal).
Peningkatan durasi getaran ini bersumber dari dua kali kejadian gempa tektonik jauh yang terekam sepanjang periode pengamatan 24 jam. Amplitudo getaran tercatat berada pada rentang 3 hingga 38 milimeter, dengan waktu jeda S-P berkisar antara 14,08 hingga 16,87 detik.
Secara visual, area kawah dan puncak Gunung Kelud terpantau tenang tanpa adanya hembusan asap vulkanik maupun aktivitas tremor internal yang membahayakan.
Air danau kawah tetap menunjukkan warna hijau alami dengan bualan air yang terlihat samar di bagian tengah. Suhu permukaan air kawah berdasarkan telemetri berada pada kondisi stabil di angka 28,59 derajat Celsius.
Kondisi cuaca di sekitar area gunung cenderung cerah hingga mendung, disertai tiupan angin sedang mengarah ke utara dan timur laut. Suhu udara di kawasan lereng berkisar antara 19 hingga 31 derajat Celsius.
Meskipun durasi gempa Gunung Kelud sempat meningkat, PVMBG mengimbau warga, wisatawan, dan penambang untuk tetap tenang. Warga disarankan untuk selalu mematuhi rekomendasi jarak aman serta mewaspadai potensi luapan lahar di sepanjang daerah aliran sungai saat hujan turun.












