Dengan soliditas kader yang dinilai semakin matang, PPP Kota Blitar bahkan mulai memancang target ambisius untuk Pemilu 2029. Muhith menyebut, peningkatan kursi legislatif hingga dua kali lipat bukan hal yang mustahil.
“Soliditas kader sudah sangat bagus. Kita targetkan 2029 bisa naik 100 persen, jadi enam kursi, syukur bisa lebih. Kalau itu tercapai, peluang mengusung calon pemimpin Kota Blitar, minimal wakil, sangat terbuka,” tandasnya.
Baca Juga: Tak Mau Maju Lagi, Agus Zunaidi Buka Jalan Regenerasi di PPP Kota Blitar
Sementara itu, Ketua DPC PPP Kota Blitar, Agus Zunaidi, yang dalam Muscab ini resmi didemisioner karena masa jabatannya berakhir, menegaskan komitmennya untuk memberi ruang regenerasi. Ia mengaku tidak lagi bersedia dicalonkan, meskipun sebelumnya telah mendapatkan diskresi untuk menjabat lebih dari dua periode.
“Di AD/ART PPP dibatasi dua periode. Saya sudah tiga kali menjabat, bahkan dengan diskresi. Untuk yang keempat, saya tidak ingin dicalonkan kembali. Kita butuh regenerasi, sosok pemimpin yang lebih muda untuk melanjutkan,” jelasnya.
Agus juga meluruskan bahwa Muscab kali ini belum sampai pada tahap pemilihan ketua definitif, melainkan baru menentukan formatur yang akan merumuskan kepengurusan baru.
Baca Juga: Jatmiko Pastikan Jaga Jarak dari Kekuasaan: “Saya Tidak Manfaatkan Posisi Keluarga”
“Hari ini bukan pemilihan ketua, tapi pemilihan formatur. Nantinya yang menjadi ketua, insya Allah Pak Nuhan,” pungkasnya.
Muscab X PPP Kota Blitar menjadi penanda bahwa roda organisasi terus bergerak. Di tengah dinamika politik lokal, PPP mencoba menata ulang kekuatan merawat tradisi lama, sambil membuka jalan bagi generasi baru untuk menulis bab berikutnya.**












