
Tidak kurang dari puluhan kreasi hasil cipta warga di arak di jalan. Seperti patung petani yang dibuat dari bahan bekas, gunungan tumpeng hasil bumi berukuran jumbo , garida raksasa , serta tampilan grup wayang orang juga menambah suasana budaya yang bertemakan tradisi pedesaan sangat menghibur penonton dan panitia juga juri lomba kreasi budaya.
Baca Juga: Sidang Tipikor Kades Dadapan Final, Hakim Jatuhi Hukuman 2 Tahun Penjara
” Pemenang harus sesuai kriteria lomba. Menarik dan berkarakter ,” terang Kades Kemlokolegi, Januar Arif Gunawan.

Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional
Januar Arif dalam wawancara dengan sejumlah awak media menjelaskan uri uri Budoyo Adi luhung mencerminkan cinta budaya pribumi.
” Termasuk acara bersih desa seperti ini bagian dari perwujudan cinta budaya sendiri yang patut dilestarikan,” papar Januar Arif.

Hal senada disampaikan Camat Baron, Gunawan Wibisono , bahwa nyadran bisa dijadikan sarana edukasi tentang pentingnya menjaga Kamtibmas. Untuk mencapai itu kuncinya menjunjung tinggi kerukunan.
” Tetap selalu menjaga kerukunan dan ketertiban bisa menjadikan desa yang makmur, subur dan sejahtera,” tutur Gunawan Wibisono.
Untuk diketahui , penilaian dan penyerahan hadiah bagi pemenang juara 1,2,3 dan 4. serta juara harapan diserahkan langsung oleh Kades Kemlokolegi,Januar Arif Gunawan dan Camat Baron, Gunawan Wibisono. ( Adi )












