“Saat saya berkunjung ke Jerman dan Finlandia saya pernah melihat pameran keris yang berasal dari Indonesia. Inilah modal awal kemajuan Indonesia yang harus terus kita banggakan dan lestarikan,” ujarnya.
Ditemui terpisah ketua paguyuban tosan aji dan keris joyoboyo Imam Mubarok atau yang akrab disapa Gus Barok mengatakan kenapa mengangkat tema “GugatJenggala” dengan harapan kedepannya keris-keris dari kediri bisa lestari.
Baca Juga: Layangkan Somasi!!! Begini Pernyataan LSM GAP Terkait Proyek Pembangunan Syeh Wasil Kota Kediri
“Saya bersama kawan-kawan perkerisan ingin pameran ini bisa memperkuat ekonomi kerakyatan. Harapannya kedepan akan ada setidaknya 1 keris di setiap rumah. Ini bukan tentang syirik atau musrik, ini adalah warisan dunia non benda yang harus kita lestarikan,” ujarnya.
Dalam acara yang sama, Sekjen Senopati Nusantara Gus Poleng juga memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Kediri yang telah mendukung kegiatan pameran keris tersebut.
Gus Poleng berharap semoga paguyuban tosan aji Joyoboyo bisa menjadikan pameran keris ini sebagai motivasi dan bisa diselenggarakan tiap tahunnya.
Selain itu, Ra’i salah seorang trader keris kelahiran madura menyampaikan bahwa dalam dunia perkerisan itu saat berkumpul sudah tidak ada lagi ras ataupun suku.
“Ya kita semuanya sama, kita berkumpul atas dasar Bhinneka Tunggal Ika dan kita semuanya bersaudara,” ujarnya.
Usai serangkaia pembukaan pameran keris, Mas Abu beserta Forkopimda Kota Kediri, Sekjen Senopati Nusantara dan Paguyuban Tosan Aji dan Keris Joyoboyo berkeliling stan untuk melihat-lihat keris yang di pamerkan, lalu berlanjut melihat stand pameran seni rupa yang ada di lokasi yang sama, tepatnya di dalam Kediri Town Square lantai satu.(eko/bs)












