Namun saat menunggu beberapa teman-teman Hipmi untuk datang, ada info terkait dugaan bagi-bagi uang dan sembako yang dilakukan salah satu calon Wali Kota Blitar di kawasan Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.
Kemudian, teman-teman media saat itu datang untuk meliput dugaan bagi-bagi uang dan sembako tersebut. Namun, saat teman2 media akan melakukan konfirmasi, diusir oleh sejumlah orang yang ada dilokasi dan akhirnya teman-teman media memilih untuk kembali ke titik kumpul awal di Jalan Merapi, Kota Blitar karena masih akan melakukan peliputan rilis yang sebelumnya tertunda.
Baca Juga: Regenerasi Menguat, Muscab X PPP Kota Blitar Bidik Lonjakan Kursi 2029
2. Tidak berselang lama, Prawoto ditelfon oleh seorang temannya yang menanyakan posisi lokasi teman-teman.
Setelah diberitahu posisi lokasi teman-teman, tidak lama peneleopn tsb bersama sejumlah orang (sekitar 8 orang) datang dan langsung merangsek masuk ke halaman rumah dan terjadi cekcok yang berakhir penganiayaan terhadap Prawoto.
Saat terjadi penganiayaan, Favan mencoba merekam kejadian, namun handphone milik Favan direbut paksa oleh salah salah satu orang dari rombongan yang datang dan meminta menghapus video serta foto tersebut.
Setelah mengetahui video dan foto terhapus, sejumlah orang tersebut kemudian pergi.
Baca Juga: Jatmiko Pastikan Jaga Jarak dari Kekuasaan: “Saya Tidak Manfaatkan Posisi Keluarga”
3. Sekitar pukul 01.00 dini hari, Prawoto dengan didampingi advokat melaporkan peristiwa pemukulan terhadap dirinya ke SPKT Polres Blitar Kota.












