- Program TMMD Kabupaten Kediri. Sumiin, seorang kuli angkut kayu di Desa Gadungan, akhirnya memiliki rumah permanen setelah 20 tahun bertahan di bangunan lapuk peninggalan orang tua.
- Melalui sinergi Kodim 0809/Kediri dan Pemerintah Kabupaten Kediri, hunian tidak layak huni milik warga prasejahtera dibangun ulang secara total.
Transformasi Hunian Layak dan Sinergi TNI Bersama Rakyat di Puncu
Kisah haru menyelimuti Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, saat impian sederhana seorang kepala keluarga untuk memiliki hunian yang aman akhirnya menjadi kenyataan. Sumiin (49), yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh blandong kayu, kini tidak perlu lagi merasa was-was saat hujan deras mengguyur.
Rumah bambu miliknya yang sudah lapuk dimakan usia kini telah bertransformasi menjadi bangunan permanen yang kokoh berkat pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127.
Baca Juga: Skandal Jaksa dan Bu Camat Pagu, Gegerkan Pengadilan Tipikor Surabaya
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen nyata TNI dan Pemerintah Daerah dalam memerangi kemiskinan melalui perbaikan infrastruktur dasar.
Perjuangan di Balik Dinding Bambu yang Lapuk
Selama dua dekade, Sumiin bersama keluarganya harus berkompromi dengan keadaan. Dinding bambu rumahnya yang berlubang membuat uap dingin dan air hujan seringkali menyusup masuk ke ruang tamu hingga kamar tidur.
Sebagai pekerja kasar dengan penghasilan maksimal Rp100.000 per hari, renovasi rumah adalah kemewahan yang tidak pernah berani ia mimpikan. Penghasilan yang pas-pasan tersebut harus ia bagi untuk menghidupi lima anggota keluarga, termasuk menyekolahkan anak-anaknya.
“Prinsip saya yang penting keluarga bisa makan hari itu saja sudah cukup. Tidak ada sisa untuk tabungan, apalagi buat bangun rumah,” kenang Sumiin saat ditemui pada Sabtu (21/2/2026). Baginya, bisa bertahan hidup di tengah himpitan ekonomi sudah merupakan sebuah pencapaian besar.
Baca Juga: Skandal Seleksi Perangkat Desa Kediri Terbongkar, Unisma Akui Proses Ujian Tidak Benar Harus Dicabut
Kejutan dari Rombongan TNI dan Perangkat Desa
Harapan baru muncul ketika rombongan Kodim 0809/Kediri bersama perangkat desa mengunjungi kediamannya. Sumiin sempat diliputi rasa tidak percaya saat diberi tahu bahwa rumahnya terpilih untuk dibangun ulang secara cuma-cuma. Keraguan itu wajar, mengingat ia tahu betul biaya pembangunan rumah permanen jauh melampaui kemampuan finansialnya.
Kepala Dusun Sumber Bahagia, Sunaryo, menegaskan bahwa rumah Sumiin telah melewati proses pendataan ketat untuk memastikan bantuan jatuh ke tangan yang tepat. “Kami melihat kondisi rumah Pak Sumiin memang sudah tidak layak dan sangat mendesak untuk diperbaiki. Ini adalah kolaborasi Pemkab Kediri dan TNI AD untuk membantu warga yang benar-benar membutuhkan,” jelas Sunaryo.
Lebih dari Sekadar Bangunan, Ini Tentang Harapan
Kini, pemandangan dinding bambu yang rapuh telah berganti dengan tembok bata yang kuat. Proses pembangunan dilakukan dengan semangat gotong royong antara prajurit TNI dan warga sekitar. Struktur atap yang dulu merembes kini telah diperkuat, memberikan ketenangan bagi keluarga Sumiin saat cuaca ekstrem melanda kawasan Puncu.
Dansatgas TMMD ke-127, Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah, menyatakan bahwa rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) adalah prioritas utama program ini. TNI ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya menyasar jalan atau jembatan, tetapi juga menyentuh aspek paling mendasar dari kehidupan manusia, yaitu hunian yang layak.
“Rumah yang layak adalah fondasi kesejahteraan. Melalui sinergi ini, kami ingin masyarakat merasakan kehadiran negara dan TNI secara langsung,” tegas Letkol Dhavid. Bagi Sumiin, tembok baru rumahnya bukan sekadar pelindung dari angin dan hujan, melainkan fondasi harapan baru bagi masa depan cerah anak-anaknya.












