MEMO – Warisan yang sesungguhnya melampaui sekadar pencapaian gemilang atau prestasi yang dipamerkan kepada khalayak ramai. Lebih dari itu, warisan sejati berakar pada nilai-nilai luhur, keindahan yang memukau, dan cinta yang tersemat dalam setiap kreasi yang dilahirkan.
“Hasilkan karya-karya yang memancarkan keindahan, jangan menciptakan sesuatu yang tak bernilai. Lakukan tindakan-tindakan yang indah dan pupuk pikiran-pikiran yang indah pula,” demikian pesan mendalam dari Seniman Tekstil ternama, Josephine Obin Komara, dalam acara *screening and media event* untuk serial televisi terbaru “Culture by Design”, pada Kamis (17/4/2025).
Ia menjelaskan bahwa setiap hari adalah panggung untuk memberikan makna, meskipun hanya melalui hal-hal yang tampak sederhana. Nilai sebuah karya tidak semata-mata terletak pada wujud fisiknya, melainkan pada ketulusan niat yang menginspirasinya.
Menurutnya, karya yang lahir dari kejujuran akan abadi, bahkan ketika dunia mengalami perubahan dan waktu terus berputar. Sebab, cinta yang ditanamkan di dalamnya akan terus hidup dan relevan sepanjang masa.
“Ada sebagian orang yang menghasilkan karya tanpa melibatkan cinta, karena mereka berupaya untuk terlihat bijaksana,” ujarnya dengan nada reflektif. Ia menambahkan bahwa kebijaksanaan yang sejati justru terwujud dalam kesederhanaan yang jujur dan dilandasi oleh kasih sayang.
Oleh karena itu, lanjutnya, warisan yang ingin ia tinggalkan bukan hanya sekadar desain-desain yang memukau, melainkan juga sebuah filosofi hidup dan cara berkarya yang penuh kesadaran dan cinta. Cinta, baginya, adalah fondasi dari segala sesuatu yang layak diwariskan kepada generasi mendatang dan kepada sesama.
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini












