BLITAR, Memo.co.id
Bupati Blitar Rijanto memberangkatkan bantuan kemanusiaan senilai sekitar Rp350 juta untuk warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan berupa kebutuhan pangan tersebut diberangkatkan dari halaman Kantor Pemkab Blitar, Selasa (25/8/2026).
Bantuan diangkut menggunakan tiga truk, sementara satu bus membawa 20 relawan BPBD Kabupaten Blitar yang akan mendampingi proses pengiriman hingga bantuan diteruskan ke wilayah terdampak.
Logistik yang dikirim terdiri atas 8.778 kilogram telur, 2.650 kilogram beras, 2.000 kilogram gula, 356,5 kilogram sambal pecel, 627 dus susu, dan 10 dus mi instan.
Bantuan tersebut dihimpun melalui gotong royong berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Blitar, mulai dari ASN, TNI-Polri, koperasi, pelaku usaha peternakan, produsen susu, UMKM hingga Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi (Perpadi).
Telur menjadi komoditas dengan jumlah terbesar. Bantuan tersebut dikumpulkan dari koperasi dan pelaku usaha peternakan di Kabupaten Blitar.
Sementara bantuan susu berasal dari sejumlah koperasi dan perusahaan. Gula dihimpun dari PT SGN melalui PG Mojopanggung dan PG Ngadirejo serta PT RMI.
Beras dikumpulkan melalui Perpadi, sedangkan sambal pecel melibatkan perangkat daerah bersama pelaku UMKM Kabupaten Blitar.
Rijanto mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat Blitar terhadap warga NTT yang terdampak bencana.
“Musibah yang terjadi di NTT adalah duka kita bersama. Sudah sepatutnya kita hadir dan memberikan dukungan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki,” kata Rijanto.
Menurut Rijanto, sebagian besar bantuan berhasil dihimpun dalam waktu singkat. Bantuan juga diprioritaskan pada kebutuhan pangan yang dapat langsung digunakan oleh masyarakat terdampak.
“Terima kasih kepada seluruh ASN dan donatur yang telah berpartisipasi. Ini menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal jarak,” ujarnya.
Bantuan Dikirim melalui Surabaya
Bantuan dari Pemkab Blitar selanjutnya akan dikumpulkan bersama bantuan dari sejumlah daerah lain melalui Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BPBD Jawa Timur.
Dari Surabaya, seluruh bantuan direncanakan diberangkatkan menuju NTT melalui jalur laut dari Pelabuhan Tanjung Perak pada Kamis pagi.
Rijanto meminta para relawan memastikan kondisi logistik tetap aman selama perjalanan.
“Semoga para relawan yang ikut berangkat mengirim logistik bantuan diberikan keselamatan di perjalanan. Tolong bantu jaga barang bantuan agar utuh, tidak rusak sampai tujuan,” tuturnya.
Pemkab Blitar juga masih membuka donasi bagi masyarakat dan pihak lain yang ingin membantu korban gempa NTT hingga 20 September 2026.
Donasi dapat disalurkan melalui rekening BRI PMI Kabupaten Blitar maupun Bank Jatim BPBD Kabupaten Blitar.
“Jika ada yang mau menyumbang, bisa melalui rekening BRI PMI Kabupaten Blitar atau Bank Jatim BPBD Kabupaten Blitar. Insyaallah sampai tanggal 20 September nanti kita buka donasi dan akan diserahkan kepada korban terdampak,” jelas Rijanto.
Pemkab Blitar berharap bantuan bagi korban gempa NTT dapat terus berlanjut untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa pemulihan pascabencana.
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini












