” Korban memang sudah lama memiliki riwayat penyakit epilepsi dan sering kambuhan,” terang Waimin kepada sejumlah awak media.
Awal ditemukanya korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa masih dikatakan Waimin saat dirinya akan menghidupkan mesin diesel yang jaraknya dengan TKP tidak jauh. ” Saya mengetahui kejadian ini saat saya mau menghidupkan mesin desel yang jaraknya tidak jauh dari TKP,” lanjutnya.
Melihat kejadian itu Waimin berusaha minta tolong kepada dua temannya yang berada disawah yaitu saudara Jayus dan Saeran.
Dengan kejadian ini ketiga saksi mata langsung melapor ke pamong setempat. Atas laporan itu oleh perangkat desa setempat diteruskan lapor kepihak polsek setemat. Dan dalam waktu tidak lama mobil patroli dari polsek Rejoso mendatangi TKP dan membawa jasad korban ke RSUD Nganjuk untuk dilakukan otopsi. (adi)
Baca Juga: Terbukti Korupsi, Kades Pojok Wates Dituntut 7 Tahun Penjara dan Denda Rp600 Juta












