Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Kediri

Pendidikan Kediri Tak Boleh Jalan Sendiri! Kadisdik Muhsin Dorong MKKS-MGMP Jadi Motor Perubahan

Hamzah Abdilah
×

Pendidikan Kediri Tak Boleh Jalan Sendiri! Kadisdik Muhsin Dorong MKKS-MGMP Jadi Motor Perubahan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260808 WA00181

Ia menilai perkembangan teknologi dan perubahan karakter peserta didik menghadirkan tantangan baru yang harus direspons secara adaptif oleh guru maupun kepala sekolah.

Karena itu, Muhsin mendorong para guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan menciptakan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, serta relevan dengan perkembangan zaman.
“Guru harus terus belajar dan tidak berhenti berinovasi. Anak-anak kita membutuhkan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan relevan dengan perkembangan zaman. Saya berharap MGMP mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pembelajaran di setiap sekolah,” tegasnya.

Pendaftaran siswa baru
kuota terbatas, datang ke Jl KH Wahid Hasyim Tanjung Warujayeng

Muhsin juga mengingatkan pentingnya membangun budaya kolaborasi antarsekolah. Menurutnya, forum MKKS dan MGMP harus mampu menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus melahirkan solusi atas berbagai tantangan pendidikan.
“Tidak ada sekolah yang hebat jika berjalan sendiri. Kemajuan pendidikan akan tercapai apabila kepala sekolah, guru, pengawas, dan seluruh pemangku kepentingan mampu bersinergi. Mari kita saling berbagi pengalaman, saling menguatkan, dan menghadirkan inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan mutu peserta didik,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari proses pembelajaran di ruang kelas. Untuk itu, keberadaan guru profesional, adaptif, dan memiliki semangat belajar sepanjang hayat dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun pendidikan yang bermutu.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Gurah, Ernia Purnamawati, S.Pd., menyambut positif pelaksanaan Rakor MKKS yang dirangkaikan dengan pembukaan MGMP.

Menurut Ernia, sinergi antara kedua forum tersebut dapat memperkuat komunikasi antara kepala sekolah sebagai pengelola satuan pendidikan dengan guru sebagai ujung tombak proses pembelajaran.
“Kolaborasi seperti ini sangat positif karena kepala sekolah dan guru memiliki visi yang sama dalam meningkatkan mutu pendidikan. Hasil-hasil diskusi MGMP nantinya akan lebih mudah diimplementasikan di sekolah karena sudah terbangun komunikasi yang baik melalui MKKS,” ungkapnya.

Ernia berharap MGMP tidak berhenti sebagai agenda rutin, tetapi mampu menghasilkan gagasan dan inovasi yang benar-benar dapat diterapkan dalam proses pembelajaran.
“Guru perlu terus mengembangkan kompetensi, berbagi metode pembelajaran yang efektif, dan memanfaatkan teknologi secara bijak. Dengan begitu, peserta didik akan memperoleh pengalaman belajar yang lebih berkualitas dan mampu menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.(Hamzah)

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini