Example floating
Example floating
BLITAR

Pemkab Blitar Gelar Festival Literasi 2025, Bupati Rijanto: Literasi Adalah Jantung Peradaban

Prawoto Sadewo
×

Pemkab Blitar Gelar Festival Literasi 2025, Bupati Rijanto: Literasi Adalah Jantung Peradaban

Sebarkan artikel ini

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar, Dr. Jumali, S.Pd., M.AP, dalam laporannya menyampaikan bahwa festival ini menjadi sarana apresiasi sekaligus wadah kolaborasi untuk mendorong kreativitas dan produktivitas masyarakat dalam bidang literasi.

“Festival Literasi bukan sekadar ajang hiburan edukatif, tetapi langkah nyata untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berpengetahuan luas, berbudaya literasi, dan siap menghadapi tantangan zaman,” jelas Jumali.

Baca Juga: Pelatihan Tunas 3 TIDAR di Blitar, Gerindra Siapkan Pemimpin Muda Menuju 2029

Festival Literasi Kabupaten Blitar Tahun 2025 digelar selama tiga hari, mulai 11–13 November 2025, di halaman kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan OPD, sekolah, perguruan tinggi, perpustakaan desa, komunitas literasi, hingga masyarakat umum.

Beragam kegiatan dihadirkan, mulai dari pameran literasi, parade puisi, parade dongeng dan pantomim, membaca nyaring, serasehan literasi, ekspose naskah kuno, Speak Up Literasi bersama Duta Baca Jawa Timur, hingga hiburan seni budaya dan pasar murah sembako.

Baca Juga: Ratusan Massa GPI Demo PN Blitar, Soroti Dugaan Rekayasa Hukum

Kegiatan ini didukung dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Tahun 2025.

Jumali menutup laporannya dengan pesan reflektif:

Baca Juga: Temui Kapolres Blitar Kota, PMII Blitar Bongkar Masalah Kriminalitas hingga Tambang Ilegal

“Sebesar apapun pembangunan fisik, tidak akan berarti bila masyarakat masih dililit kebodohan dan ketertinggalan. Karena sejatinya pembangunan harus menempatkan manusia sebagai pusat perhatian utama.”

Festival Literasi 2025 ini diharapkan menjadi momentum memperkuat gerakan membaca dan berpikir kritis di tengah masyarakat Blitar, sejalan dengan visi daerah untuk membentuk manusia yang inklusif, berakhlak, dan berdaya saing.**