Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
BLITAR

Mediasi Warga dan Pengelola Kos-Kosan di Sananwetan Blitar, Kelurahan Tegaskan Fungsi Usaha Harus Sesuai Aturan

Prawoto Sadewo
×

Mediasi Warga dan Pengelola Kos-Kosan di Sananwetan Blitar, Kelurahan Tegaskan Fungsi Usaha Harus Sesuai Aturan

Sebarkan artikel ini

Blitar, memo.co.id
Pemerintah Kelurahan Sananwetan, Kota Blitar, menggelar mediasi antara warga dengan pengusaha kos-kosan dan guest house menyusul adanya keluhan masyarakat terkait aktivitas usaha penginapan di wilayah tersebut.

Mediasi dipimpin langsung oleh Kepala Kelurahan Sananwetan, Zunani, pada Senin (16/3/2026).

Baca Juga: Uji Mental dan Tanggung Jawab, Ratusan Calon Warga PSHT Blitar Jalani Prosesi Tes Jago

Kegiatan yang berlangsung di kantor kelurahan itu turut dihadiri Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Pertemuan digelar untuk mencari solusi atas keresahan warga yang mengaku terganggu dengan aktivitas keluar masuk tamu di sejumlah tempat kos dan guest house, terlebih pada bulan Ramadan.

Baca Juga: Program MBG dan KDMP Diprotes, Warga Blitar Siapkan Aksi Kain Putih 100 Meter

Perwakilan warga, Agus Salim, menyampaikan bahwa masyarakat merasa resah karena beberapa tempat kos dinilai tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

“Banyak pemuda-pemudi yang sering keluar masuk juga. Kami resah karena kalau namanya kos-kosan kan harusnya bulanan ya, nah ini harian bahkan hitungan jam kok sudah keluar masuk,” ungkap Agus Salim dalam forum mediasi.

Baca Juga: Tragedi Pantai Pangi Blitar: Ombak 2 Meter Gulung Rombongan Santri, Satu Bocah 9 Tahun Masih Hilang

Menurutnya, aktivitas tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak sosial di lingkungan sekitar apabila tidak diawasi dengan baik.

Menanggapi hal tersebut, salah satu perwakilan pemilik guest house, Fredi, menyampaikan permohonan maaf kepada warga apabila selama ini terdapat hal-hal yang menimbulkan ketidaknyamanan.

“Kami mohon maaf jika ada keteledoran. Kami akan melakukan evaluasi dan telah sepakat terkait mediasi hari ini untuk mengembalikan fungsi pelayanan seperti peraturan. Kami juga telah melaksanakan pelayanan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Fredi menjelaskan bahwa sebagian kamar di tempat usahanya memang didesain sebagai guest house dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan kamar kos pada umumnya.

“Kami juga menyediakan kamar ukuran besar dan itu bukan standar kos-kosan, karena kamar kami memang didesain untuk guest house dengan ukuran 4 meter kali 7 meter dan ada ruang tamunya juga,” imbuhnya.

Sementara itu, pengelola kos-kosan lainnya, Tio, mengatakan bahwa lokasi usahanya memiliki dua jenis layanan, yakni kos bulanan di lantai atas dan guest house di lantai bawah.

“Memang di lantai atas tempat kami itu untuk kos-kosan, namun untuk kamar-kamar di bagian lantai bawah kami fungsikan untuk guest house. Banyak tamu yang berlalu lalang karena mereka banyak menyewa hanya untuk satu hari saja di lantai bawah,” jelas Tio.

Kepala Kelurahan Sananwetan, Zunani, menegaskan bahwa pemerintah kelurahan pada prinsipnya mendukung kegiatan usaha masyarakat selama tetap mematuhi aturan serta menjaga ketertiban lingkungan.

Menurutnya, komunikasi dan koordinasi antara warga dan pelaku usaha sangat penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.

“Kami berharap semua pihak dapat saling memahami. Pengusaha tetap bisa menjalankan usahanya, namun harus mematuhi ketentuan yang berlaku dan menjaga ketertiban lingkungan,” tegasnya.

Ia juga mengimbau para pengelola kos dan guest house untuk lebih memperhatikan aktivitas tamu yang datang serta memastikan tidak terjadi pelanggaran norma sosial di lingkungan masyarakat.

“Lingkungan yang kondusif adalah tanggung jawab bersama. Oleh karena itu kami meminta komitmen dari para pengelola usaha agar aktivitas yang ada tetap sesuai aturan dan tidak menimbulkan keresahan warga,” tambahnya.

Zunani menyebutkan bahwa mediasi yang digelar tersebut telah menghasilkan kesepakatan bersama antara warga dan pihak pengelola usaha.

“Alhamdulillah hari ini telah selesai kesepakatan antar pihak pengelola guest house dan kos-kosan dengan para warga terkait. Semoga semua pihak dapat saling menjaga komitmen dan menjaga kondusivitas lingkungan bersama,” pungkasnya.